Iran Kecam Resolusi Dewan Keamanan PBB yang 'Membela' Agresi AS dan Israel

2 days ago 1

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:18 WIB

VIVA – Utusan Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengecam rancangan resolusi Dewan Keamanan yang didukung negara-negara Teluk yang justru memposisikan Iran sebagai agresor terhadap kawasan, dan membela Amerika Serikat-Israel yang justru memulai agresi ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 -- di tengah upaya negosiasi nuklir.

Dari naskah yang beredar menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dilaporkan mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania dan menuntut penghentian segera semua serangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Beberapa anggota Dewan berusaha untuk membalikkan peran dan posisi korban dan agresor," kata Iravani dalam konferensi pers di markas besar PBB di New York, Selasa, 10 Maret 2026, dan pemungutan suara resolusi akan dilakukan Rabu.

Menurut Iravani rancangan tersebut berusaha untuk memberi penghargaan kepada agresor dan menghukum korban melalui resolusi yang bias dan bermotivasi politik. 

"Tindakan seperti itu, jika diadopsi, akan sangat merusak dan melemahkan kredibilitas dan legitimasi Dewan," ujarnya sembari memperingatkan bahwa resolusi tersebut akan memiliki konsekuensi jangka panjang.

"Jika rancangan diadopsi, itu akan mencoreng kredibilitas dan reputasi Dewan Keamanan," kata Iravani, menambahkan bahwa

"jika terjadi, agresor yaitu Israel dan Amerika Serikat akan diberi penghargaan dan didorong untuk melakukan tindakan agresi lebih lanjut."

Iravani selanjutnya memperingatkan tentang taruhan yang jauh melampaui Iran. "Hari ini, itu adalah Iran. Besok, bisa jadi negara berdaulat lainnya," tegasnya

"Masyarakat internasional harus bertindak sekarang untuk menghentikan perang berdarah ini terhadap rakyat Iran."

Ia juga menyoroti korban serangan AS-Israel dan berpendapat bahwa "mereka sengaja dan secara diskriminatif menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di seluruh negara saya."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iravani menyebut ada lebih dari 1.300 korban sipil, selain menghancurkan 9.669 lokasi sipil, termasuk 7.943 rumah tinggal, 1.617 pusat komersial dan layanan.

"Angka-angka ini terus meningkat setiap hari seiring dengan serangan militer berkelanjutan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap kejahatan perang di berbagai kota di Iran," tambahnya.

Kepulan asap yang masih membumbung dari Shahran Oil Refinery Iran

Hujan Hitam Turun di Iran Usai Serangan Israel, Ilmuwan Peringatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan

Hujan hitam yang melanda Iran dalam beberapa hari terakhir ini terjadi setelah serangan udara Israel terhadap sejumlah fasilitas minyak di negara tersebut berbahaya

img_title

VIVA.co.id

11 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |