Iran Kritik Sikap Diam Lembaga Internasional atas Kebrutalan Israel di Kawasan Timur Tengah

1 week ago 9

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:42 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengkritik lembaga-lembaga internasional atas kegagalan mereka untuk menghentikan tindakan Israel di kawasan tersebut.

Dia mengatakan bahwa badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbicara pada konferensi di Aula KTT Teheran yang diadakan untuk memperingati mendiang mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, Pezeshkian mengatakan bahwa organisasi internasional dan para pembela hak asasi manusia diharapkan untuk mencegah tindakan tersebut.

Dia mengatakan Israel menyerang banyak negara di kawasan tersebut dan bertanggung jawab atas banyak krisis dan ketidakstabilan di seluruh Timur Tengah. Dia menambahkan bahwa negara-negara Muslim tidak memulai agresi tersebut.

Pezeshkian juga merujuk pada dimulainya "kepemimpinan baru" bagi komunitas Islam, mengatakan bahwa kepemimpinan saat ini memikul tanggung jawab yang berat.

Terlebih, pemerintahnya akan terus bekerja menuju cita-cita revolusi, memperkuat persatuan Islam dan memperluas solidaritas di antara negara-negara Muslim.

Pernyataan tersebut disampaikan saat upacara pemakaman Khamenei dimulai di Teheran, di mana ribuan pelayat berkumpul di Masjid Imam Khomenei Mosalla.

Diketahui, Khamenei gugur dalam serangan gabungan AS-Israel di Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu perang selama beberapa minggu sebelum gencatan senjata tercapai di bawah mediasi Pakistan pada April, yang kemudian diikuti oleh kesepakatan sementara pada Juni.

Menurut jadwal resmi, upacara peringatan akan berlanjut di Teheran sepanjang akhir pekan dengan partisipasi kepala negara, pejabat senior, dan tokoh agama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Upacara perpisahan publik dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu, diikuti oleh prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin. Upacara pemakaman kemudian akan berpindah ke Qom pada 7 Juli.

Pada 8 Juli, upacara dijadwalkan di Irak, termasuk di Baghdada, Najaf, dan Karbala, di mana jenazah akan diterima oleh tokoh agama dan politik sebelum dipindahkan ke tempat-tempat suci Muslim Syiah. Upacara pemakaman dan penguburan terakhir dijadwalkan pada 9 Juli di Makam Imam Ali Reza, di timur laut kota Mashhad, salah satu situs paling suci dalam Islam Syiah. (Ant).

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi

AS Wanti-wanti soal Adanya Potensi Pembunuhan Negosiator Iran oleh Israel

Pejabat Amerika Serikat (AS) memperingatkan Iran pada musim semi ini, terkait kekhawatiran soal Israel yang mungkin akan membunuh negosiator Iran selama perundingan.

img_title

VIVA.co.id

5 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |