Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB
VIVA –Terungkap kehadiran militer Amerika Serikat di Asia Barat selama serangan yang dilancarkan Washington bersama Tel Aviv terhadap Iran tidak membawa apapun selain ketidakamanan bagi kawasan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi di Tehran Minggu 17 Mei waktu setempat.
Dalam pertemuan itu juga, Ghalibaf mengatakan beberapa pemerintah di kawasan sebelumnya percaa bahwa bergantung pada AS dapat menjamin keamanan mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Peristiwa terbaru menunjukkan dengan jelas bahwa kehadiran AS tidak membawa keamanan bagi kawasan. Justru mereka telah menjadi sumber ketidakamanan dan ketidakstabilan,” ujarnya dikutip dari laman presstv.ir, Senin 18 Mei 2026.
Padahal menurutnya, AS dan zionis Israel hanya membawa kejahatan dan ketidakstabilan bagi negara-negara di kawasan melalui perang, intervensi dan kebijakan tekanan.
Ghalibaf juga menegaskan bahwa negara-negara di kawasan harus memperkuat kerja sama dan membangun sistem keamanan berdasarkan kepercayaan serta koordinasi tanpa campur tangan pihak asing.
“Solusi dari kondisi ini adalah negara-negara di kawasan mengandalkan kepercayaan dan kerja sama satu sama lain,” katanya.
Sementara itu, Mohsin Naqvi mengatakan hubungan Teheran dan Islamabad semakin erat dalam beberapa bulan terakhir.
Ia memuji sikap Iran dalam perundingan di Islamabad. Menurutnya, Teheran tetap tegas membela kepentingan nasionalnya sambil terus mencari jalan untuk menyelesaikan konflik dengan Amerika Serikat.
“Kami melihat bagaimana Iran bersikeras mempertahankan kepentingan nasionalnya dalam perundingan Islamabad, namun di saat yang sama tetap berusaha menyelesaikan konflik,” kata Naqvi kepada Ghalibaf.
Naqvi juga berharap Islamabad dapat membantu membawa negosiasi menuju hasil yang berhasil.
Ghalibaf, yang hadir sebagai negosiator utama Iran dalam perundingan damai yang dimediasi Pakistan di Islamabad, turut memuji dukungan Pakistan terhadap Republik Islam Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pakistan diketahui menjadi mediator negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata usai 40 hari pertempuran sengit pada 8 April lalu.
Pada 11–12 April, kedua pihak menjalani upaya diplomatik maraton selama 21 jam di Islamabad untuk mencapai kesepakatan. Namun, perundingan itu akhirnya gagal setelah muncul tuntutan berlebihan dari pihak Amerika Serikat.
Halaman Selanjutnya
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataan terbarunya mengatakan proses mediasi Pakistan sebenarnya belum gagal, tetapi sedang menghadapi kesulitan.

3 weeks ago
7















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)