Selasa, 5 Mei 2026 - 17:00 WIB
VIVA –Wakil Komandan Tinggi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) untuk urusan politik, Mayor Jenderal Yadollah Javani mengingatkan dampak serius dari setiap serangan lanjutan yang dilancarkan AS terhadap Iran. Dia menegaskan bahwa meski AS mengerahkan seluruh kekuatan militernya, mereka akan tetap kalah oleh pasukan Iran.
“Dampak dari meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS akan jauh lebih parah bagi pihak AS. Mereka mungkin akan menunjukkan kekuatan, tapi pada akhirnya akan kalah,” ujar dia dikutip dari laman presstv.ir, Selasa 5 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia juga menyebut bahwa presiden AS, Donald Trump tidak akan mampu mengembalikan situasi seperti sebelum serangan pada tanggal 28 Februari lalu.
Javani juga menegaskan bahwa setiap kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz dengan selamat, mereka harus mendapat izin dari angkatan bersenjata Iran. Dia juga memperingatkan bahwa kapal yang terkait dengan pihak musuh akan ditindak tegas jika mencoba melintasi jalur tersebut.
Masih dalam pernyataannya, Javani menyebut AS dan Israel tidak akan berhasil mencapai tujuan mereka dalam melawan Iran. Ia juga menyinggung pernyataan Trump soal tujuannya menyerang Iran yakni menghancurkan fasilitas nuklir Iran, kemampuan misil, melemahkan poros lawan, menggulingkan Iran, memecah belah negara hingga menguasai kawasan Asia Barat. Ditegaskannya bahwa tidak ada satu pun dari tujuan tersebut yang bisa direalisasikan Trump.
Javani juga menyebut tantangan terbesar Trump saat ini adalah membuka kembali Selat Hormuz yang kini berada di bawah kendali Iran. Ia mengatakan berbagai upaya telah dilakukan selama 40 hari konflik, namun tidak membuahkan hasil.
Menurutnya, Trump bahkan meminta bantuan sekutu Eropa dan negara lain untuk membuka selat tersebut. Kini, AS disebut mencoba mewujudkan tujuan itu melalui tekanan terhadap Teheran, tetapi menghadapi kekuatan besar lain, yakni Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seperti diketahui, konflik AS-Iran yang terjadi hingga kini bermula dari serangan gabungan AS dan Israel ke ibukota Iran, Tehran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut diketahui menyebabkan petinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah komandan militer Iran tewas.
Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan selama 40 hari yang menargetkan aset militer AS dan Israel, dan disebut menyebabkan kerusakan signifikan.
Halaman Selanjutnya
Gencatan senjata selama dua pekan kemudian tercapai pada 8 April melalui mediasi Pakistan, yang membuka jalan bagi perundingan di Islamabad. Dalam perundingan tersebut, Iran mengajukan rencana 10 poin, termasuk penarikan pasukan AS dan pencabutan sanksi.

1 week ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)