Israel Siapkan Serangan Terukur ke Iran, Tapi Terganjal "Restu" Trump

1 week ago 7

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:02 WIB

VIVA – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah berkoordinasi intensif dengan Amerika Serikat terkait rencana serangan terukur ke Iran, menyusul memanasnya situasi di Selat Hormuz yang mengancam rapuhnya gencatan senjata di kawasan.

Laporan CNN pada Selasa menyebut, berdasarkan sumber Israel, koordinasi itu mencakup persiapan untuk kemungkinan serangan singkat yang menyasar infrastruktur energi Iran serta sejumlah pejabat seniornya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tujuannya adalah melakukan kampanye singkat untuk menekan Iran agar memberikan konsesi lebih lanjut dalam negosiasi," ujar sumber tersebut.

Disebutkan pula, berbagai rencana militer sebenarnya telah disiapkan sebelum gencatan senjata awal April. Namun, keputusan akhir untuk melanjutkan operasi militer disebut sangat bergantung pada persetujuan Presiden Donald Trump.

Pada Minggu malam, Netanyahu juga dilaporkan memberi pengarahan kepada para komandan militer senior Israel agar bersiap menghadapi kemungkinan konfrontasi lanjutan dengan Iran. Hal ini turut diberitakan Channel 14 Israel.

Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu menyatakan Iran akan keluar dari konflik dalam kondisi jauh lebih lemah, sementara Israel akan berada pada posisi yang lebih kuat. Meski begitu, ia mengakui tidak ada jaminan rezim Iran akan runtuh secara cepat pada fase awal konflik, walaupun tekanan ekonomi berat dinilainya dapat memicu ketidakstabilan internal.

Terkait program nuklir Iran, Netanyahu juga menyebut Trump meyakini tekanan ekonomi ekstrem dapat membuka jalan untuk mengakses material nuklir yang selama ini tersimpan jauh di bawah tanah.

Ketegangan terbaru antara Washington dan Teheran kembali meningkat pada Senin, 4 Mei 2026, setelah kedua negara saling melancarkan serangan di kawasan Teluk. Bentrokan dilaporkan terjadi di sekitar Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi dunia—yang kini nyaris lumpuh akibat blokade dan aksi militer kedua pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan rudal dan drone dilaporkan menghantam sejumlah target, termasuk kapal dan fasilitas energi. Situasi memburuk setelah Trump mengumumkan inisiatif "Project Freedom" untuk mengawal kapal tanker dan kapal dagang melintasi selat dengan perlindungan militer.

Namun langkah tersebut justru memperkeruh keadaan. Sejumlah kapal dagang melaporkan ledakan dan kebakaran di perairan Teluk. Militer AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil milik Iran, sementara sebuah pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab dilaporkan terbakar akibat serangan rudal Iran.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio

Menlu AS Nyatakan Operasi Epic Fury ke Iran Berakhir, Tapi Trump Trump Siapkan Misi Baru di Selat Hormuz

Amerika Serikat Hentikan Serangan ke Iran, Alihkan Fokus ke Selat Hormuz. Trump Siap Lanjutkan Operasi Jika Negosiasi Gagal - Update Terkini Konflik Timur Tengah

img_title

VIVA.co.id

6 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |