VIVA –Gempa bumi tektonik magnitude 6,5 mengguncang wilayah Pantai Timur Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Sabtu 12 September pukul 04.23.55 WIB. Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitude 6,5 ini terjadi pada kedalaman 368km.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,24° LS ; 106,78° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 69 km Timur Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tida berpotensi tsunami.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," kata dia dalam keterangan resminya, Sabtu 12 September 2026.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi) di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur dan Tanggamus.
Intensitas III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu di Tangerang, Tanjung Priok, Kec. Nagrak, Kec. Kalapanunggal dan Cilacap. Sementara itu, getaran II-III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kab. Malang, Kota Bengkulu, Sumur , Padang, Mentawai, Pariaman dan Solok Selatan
Sedangkan intensitas II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang di Lemong, Semaka, Bengkunat
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," lanjut keterangan resminya.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Himbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, BMKG juga menghimbau masyarakat untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
Halaman Selanjutnya
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id," kata dia.

23 hours ago
5












