Jangan Anggap Remeh! Gadget Seukuran Koin Ini Bisa Ganggu Sistem Boeing 737

1 week ago 4

Selasa, 15 September 2026 - 17:04 WIB

VIVA – Sebuah penelitian keamanan siber mengungkap potensi celah pada sistem elektronik Boeing 737 yang menarik perhatian dunia penerbangan. Peneliti dari University of California San Diego (UC San Diego) dan Oberlin College menunjukkan bahwa perangkat elektronik berukuran sangat kecil dapat digunakan untuk memanipulasi komunikasi pada sistem navigasi pesawat.

Temuan tersebut menjadi sorotan karena perangkat yang digunakan hanya membutuhkan komponen dengan nilai sekitar US$100 atau setara Rp1,7 juta. Namun, penting dicatat bahwa penelitian ini dilakukan menggunakan komponen dan suku cadang Boeing 737, bukan dengan menguji serangan tersebut pada pesawat yang sedang beroperasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perangkat Kecil Manfaatkan Celah pada Sistem Lama

Menurut penelitian yang dilaporkan SlashGear, dikutip VIVA Selasa, 15 September 2026, perangkat tersebut dirancang untuk dipasang pada konektor pemeliharaan yang berada di ruang Electronics and Equipment bay, bagian pesawat yang menampung sejumlah komputer penting.

Celah yang menjadi perhatian berasal dari komunikasi antara Flight Management Computer (FMC) dan unit tampilan yang digunakan pilot untuk memasukkan informasi penerbangan. Kedua sistem tersebut berkomunikasi menggunakan standar pengkabelan yang berasal dari 1977 dan tidak memiliki mekanisme autentikasi modern.

Dalam skenario penelitian, perangkat dapat memanipulasi informasi yang dikirim melalui jalur tersebut. Salah satu konsekuensinya adalah perubahan rute yang diikuti sistem autopilot dapat dibuat berbeda dari yang seharusnya, sementara perubahan tersebut tidak langsung terlihat pada tampilan tertentu yang digunakan pilot.

Namun, temuan tersebut tidak berarti seseorang dapat dengan mudah mengambil alih sebuah Boeing 737 hanya dengan membawa perangkat kecil. Ada sejumlah persyaratan teknis dan keamanan yang membuat skenario serangan nyata jauh lebih sulit.

Penelitian Dilakukan di Laboratorium

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para peneliti tidak menguji perangkat tersebut pada pesawat penumpang yang sedang digunakan. Mereka membeli komponen bekas Boeing 737 dan merangkainya menjadi sistem pengujian di laboratorium berdasarkan dokumentasi teknis pesawat.

Tim peneliti juga sebelumnya telah berkomunikasi dengan Boeing mengenai celah tersebut. Boeing disebut telah mengetahui masalah ini sejak 2020. Pada 2023, perusahaan bahkan memberikan kesempatan kepada tim untuk melakukan pengujian di fasilitas miliknya dan serangan tersebut berhasil direplikasi dalam lingkungan pengujian.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, Boeing menilai serangan di dunia nyata jauh lebih sulit dilakukan karena adanya berbagai prosedur operasional dan perlindungan yang diterapkan pada pesawat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |