VIVA –Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus meningkat. Jika dahulu perhatian lebih banyak tertuju pada olahraga atau pola makan secara umum, kini semakin banyak orang mulai memahami bahwa kesehatan tubuh juga dipengaruhi oleh kondisi saluran cerna. Usus bukan hanya berfungsi mencerna makanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh secara menyeluruh.
Menurut konsensus ilmiah terbaru dari International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP), usus yang sehat adalah saluran cerna yang mampu menjalankan fungsi normalnya, bebas dari penyakit aktif, serta tidak menimbulkan gejala yang mengganggu kualitas hidup. Dalam konsensus tersebut dijelaskan bahwa kesehatan usus mencakup enam aspek penting, yaitu fungsi pencernaan, keseimbangan mikrobiota usus, fungsi pelindung dinding usus (gut barrier), sistem imun, metabolisme, serta komunikasi antara usus dan otak (gut-brain axis).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Artinya, ketika kesehatan usus terganggu, dampaknya tidak selalu hanya berupa keluhan seperti kembung, sembelit, atau diare. Ketidakseimbangan mikrobiota usus juga dapat memengaruhi fungsi pelindung usus sehingga kemampuan tubuh dalam berinteraksi dengan mikroorganisme dan zat dari makanan menjadi kurang optimal. Selain itu, usus merupakan lokasi utama terjadinya interaksi antara tubuh dan sistem imun melalui jaringan yang dikenal sebagai Gut-Associated Lymphoid Tissue (GALT), sehingga keseimbangan lingkungan usus berperan penting dalam menjaga respons imun tetap normal.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa mikrobiota usus menghasilkan senyawa seperti short-chain fatty acids (SCFA) yang membantu menjaga kesehatan lapisan usus, mendukung metabolisme, dan berkontribusi terhadap regulasi sistem imun. Inilah sebabnya para ilmuwan kini melihat kesehatan usus sebagai salah satu fondasi kesehatan tubuh secara keseluruhan, bukan hanya kesehatan pencernaan.
Menurut spesialis gizi klinik, dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes., Sp.GK, menjaga kesehatan tidak harus dilakukan secara ekstrem. Konsistensi dalam menjalankan kebiasaan baik sehari-hari merupakan kunci utama.
"Selain mengonsumsi gizi seimbang dan aktif bergerak, masyarakat juga perlu memperhatikan kesehatan pencernaan. Saat ini semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kesehatan usus memiliki kaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, menjaga keseimbangan mikrobiota usus menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat," kata dia.
Halaman Selanjutnya
Menjaga kesehatan usus dapat dilakukan melalui berbagai kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya serat, memenuhi kebutuhan cairan, rutin beraktivitas fisik, mengelola stres, serta memiliki waktu istirahat yang cukup. Selain itu, mengonsumsi pangan yang mengandung probiotik juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus sebagai bagian dari pola hidup sehat.

6 days ago
2











