Jangan Asal Kurangi Nasi, Ini Cara Diet yang Lebih Tepat untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas

3 weeks ago 27

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:18 WIB

VIVA – Memasuki usia 30-an, ada satu hal yang mungkin mulai Anda sadari saat melihat timbangan. Diet yang dulu terasa ampuh, sekarang seperti tidak bekerja secepat biasanya. Mengurangi nasi beberapa hari, melewatkan camilan atau kembali rutin olahraga pun belum tentu langsung membuat berat badan turun.

Apalagi, jika kesibukan semakin padat. Duduk berjam-jam untuk bekerja, tidur tidak teratur, sering makan di luar dan stres, bisa membuat menjaga berat badan terasa seperti pekerjaan tambahan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, Anda tidak harus menjalani diet ekstrem hanya karena usia sudah melewati 30 tahun. Hal yang perlu diubah justru cara pendekatannya. 

Setelah usia 30 tahun, menjaga massa otot, mencukupi protein dan tetap aktif menjadi semakin penting. Jadi, daripada sekadar mengurangi porsi makan, beberapa kebiasaan berikut bisa dicoba untuk membantu menurunkan berat badan dengan cara yang lebih realistis.

Apa saja? Berikut langkah-langkahnya, sebagaimana dihimpun Viva dari Mayo Clinic, Sabtu, 29 Agustus 2026.

1. Jangan buru-buru mengurangi makan secara drastis

Ketika berat badan naik, reaksi pertama yang sering muncul adalah memangkas makanan sebanyak mungkin. Padahal, diet dengan pembatasan terlalu ketat belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk jangka panjang. 

Anda tetap membutuhkan energi untuk bekerja, beraktivitas dan berolahraga. Cobalah membuat perubahan yang lebih sederhana, misalnya mengurangi makanan tinggi kalori yang kurang mengenyangkan daripada memangkas semua jenis makanan.

Penurunan berat badan juga tidak harus terjadi dalam hitungan minggu. Hasil yang bertahap justru cenderung lebih mudah dipertahankan.

2. Isi piring dengan protein

Kalau selama ini menu diet identik dengan salad dan buah, ada satu hal yang jangan sampai terlewat, yaitu protein. 

Protein membantu memberikan rasa kenyang sekaligus berperan dalam mempertahankan massa otot. Hal ini penting karena massa otot dapat berkurang secara perlahan seiring bertambahnya usia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Telur, ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, tahu, tempe, kacang-kacangan dan yoghurt bisa menjadi pilihan. Tidak perlu menunggu lapar untuk makan protein dalam jumlah besar. Lebih baik membaginya ke dalam beberapa waktu makan.

3. Nasi tidak perlu menjadi musuh

Halaman Selanjutnya

Masih banyak orang menganggap berhenti makan nasi adalah syarat utama agar diet berhasil. Padahal, Anda tidak harus menghapus karbohidrat dari menu hanya untuk menurunkan berat badan. Nasi, kentang, ubi dan oatmeal tetap bisa dikonsumsi. Yang perlu diperhatikan adalah porsinya dan bagaimana makanan tersebut menjadi bagian dari keseluruhan menu. Cobalah memasangkan karbohidrat dengan protein dan sayuran agar makanan lebih seimbang dan mengenyangkan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |