Jangan Asal Menepi! Tempat Ini Jadi Titik Paling Berisiko Saat Ganti Ban di Jalan

1 day ago 3

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Mengganti ban kendaraan yang kempis sering dianggap hal sepele. Namun, di balik situasi darurat tersebut, ada risiko besar yang kerap tidak disadari pengendara terutama soal lokasi.

Sejumlah pakar keselamatan jalan menegaskan, memilih tempat yang salah saat mengganti ban bisa berujung kecelakaan fatal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

VIVA Otomotif: Ilustrasi ban mobil

Salah satu lokasi paling berbahaya adalah di bahu jalan tol atau jalan raya yang padat. Area ini sering kali sempit dan tidak dirancang untuk aktivitas berhenti dalam waktu lama.

Kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi membuat risiko tertabrak meningkat drastis, apalagi jika jarak pandang terbatas. 

Tak hanya itu, banyak pengemudi yang terpaksa mengganti ban di tempat yang kurang ideal seperti tikungan, tanjakan, atau jalan menurun.

Padahal, kondisi permukaan yang tidak rata dapat menyebabkan dongkrak tidak stabil dan kendaraan berpotensi tergelincir saat proses penggantian ban. 

Selain faktor lokasi, kondisi cuaca juga memperburuk situasi. Mengganti ban saat hujan deras atau di tengah panas terik meningkatkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan.

Visibilitas yang rendah membuat pengendara lain sulit melihat kendaraan yang berhenti, sementara suhu ekstrem bisa menyebabkan kelelahan hingga dehidrasi. 

Situasi semakin berbahaya jika dilakukan pada malam hari. Minimnya pencahayaan membuat pengemudi lain sulit mengantisipasi keberadaan kendaraan yang berhenti di pinggir jalan.

Tanpa alat keselamatan seperti lampu hazard atau segitiga pengaman, risiko tertabrak semakin besar. 

Para ahli keselamatan menyarankan agar pengendara tidak langsung berhenti di lokasi pertama saat ban bocor. Sebisa mungkin, kendaraan diarahkan ke tempat yang lebih aman seperti area parkir, rest area, atau jalan yang lebih sepi dan datar. 

Langkah ini dinilai lebih aman meski harus menempuh jarak pendek dengan kondisi ban bermasalah, dibandingkan memaksakan penggantian ban di lokasi berisiko tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, penggunaan perlengkapan keselamatan seperti rompi reflektif, lampu hazard, dan rambu peringatan sangat dianjurkan untuk meningkatkan visibilitas di jalan.

Kesimpulannya, mengganti ban bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga keputusan penting terkait keselamatan. Memilih lokasi yang tepat bisa menjadi pembeda antara situasi darurat yang terkendali dan kecelakaan yang mengancam nyawa.

Polda Sumatera Selatan menggelar program Bersih Lingkungan dan Asri (Belida)

Ratusan Anggota Polda Sumsel Ramai-ramai Bersihkan-Perbaiki Jalan Agar Aman dan Nyaman Dilalui Pemudik

Polda Sumatera Selatan menggelar Program Bersih Lingkungan dan Asri (BELIDA) secara serentak di tiga wilayah yang berstatus jalan provinsi agar pemudik aman dan nyaman.

img_title

VIVA.co.id

14 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |