Jangan Keliru, Ini Bedanya Hybrid, PHEV dan EREV

2 hours ago 1

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:12 WIB

Jakarta, VIVA – Elektrifikasi menjadi salah satu tren terbesar di industri otomotif saat ini. Namun seiring bertambahnya pilihan kendaraan, muncul pula berbagai istilah baru yang sering membuat konsumen bingung, mulai dari mild hybrid, hybrid, plug-in hybrid (PHEV), hingga extended-range electric vehicle (EREV).

Sekilas semua teknologi tersebut terlihat mirip karena sama-sama menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Namun berdasarkan rangkuman VIVA Otomotif Selasa 23 Juni 2026, cara kerja dan karakteristik masing-masing sistem sangat berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi yang paling sederhana adalah mild hybrid atau MHEV (Mild Hybrid Electric Vehicle). Sistem ini menggunakan baterai kecil dan motor listrik yang bertugas membantu kerja mesin saat akselerasi serta mendukung fitur start-stop untuk menghemat bahan bakar.

Pada mobil mild hybrid, motor listrik tidak mampu menggerakkan kendaraan secara mandiri. Artinya, roda selalu digerakkan oleh mesin bensin. Di Indonesia, teknologi ini digunakan pada Suzuki Ertiga Hybrid, XL7 Hybrid, Fronx Hybrid, serta beberapa model premium dari BMW dan Mercedes-Benz.

Naik satu tingkat terdapat teknologi hybrid atau HEV (Hybrid Electric Vehicle). Berbeda dengan mild hybrid, motor listrik pada sistem ini sudah mampu menggerakkan mobil secara mandiri dalam kondisi tertentu, seperti saat kecepatan rendah atau ketika terjebak kemacetan.

Baterai pada mobil hybrid diisi secara otomatis melalui mesin bensin dan energi yang dihasilkan saat pengereman. Pengguna tidak perlu menghubungkan kendaraan ke charger eksternal. Contoh yang cukup populer adalah Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, Corolla Cross Hybrid, serta Honda HR-V e.

Kategori berikutnya adalah PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Teknologi ini masih menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, namun menggunakan baterai yang jauh lebih besar dibanding hybrid biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perbedaan utama PHEV adalah kemampuan pengisian daya dari luar kendaraan. Dengan baterai yang lebih besar, mobil dapat menempuh puluhan hingga ratusan kilometer hanya menggunakan tenaga listrik sebelum mesin bensin mulai bekerja.

Di Indonesia, teknologi ini mulai berkembang melalui kehadiran BYD Sealion 6 DM-i, Jaecoo J7 SHS, Tank 500 Hi4-T, hingga beberapa model premium dari BMW dan Mercedes-Benz. Pada sistem PHEV, mesin bensin dan motor listrik sama-sama dapat menggerakkan roda kendaraan tergantung kondisi berkendara.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, teknologi yang belakangan menjadi sorotan adalah EREV (Extended Range Electric Vehicle) atau range extender. Sistem ini banyak digunakan oleh produsen China seperti Li Auto, Leapmotor, Deepal, hingga Aito.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |