Jangan Lengah! Verifikasi Informasi Penting Guna Lindungi Aset Digital

3 hours ago 1

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:13 WIB

Jakarta, VIVA – Masyarakat perlu membiasakan diri melakukan verifikasi bahkan riset mandiri dalam mencerna informasi sebelum mengambil keputusan terkait aset digital. Termasuk saat melakukan transaksi perdagangan aset kripto

Chief Information Security Officer (CISO) Indodax Ledy menjelaskan, perkembangan teknologi keamanan telah mengubah pola ancaman di ekosistem aset kripto. Sebelumnya pelaku lebih banyak berupaya mengeksploitasi kelemahan sistem. Kini, berbagai insiden terjadi justru karena pelaku menyasar aspek psikologis pengguna yang dirancang untuk memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Banyak orang masih menganggap ancaman terbesar berasal dari peretasan sistem pada exchange. Padahal, dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan, pelaku justru memperoleh akses karena korban secara tidak sadar memberikan informasi penting atau mengklik tautan berbahaya yang menyerupai layanan resmi," kata Ledy dikutip dari keterangannya, Selasa, 30 Juni 2026.

Dikatakannya, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI) membuat berbagai modus penipuan tampil semakin meyakinkan. Selain deepfake dan voice cloning, pelaku kini juga memanfaatkan iklan palsu di media sosial seperti Facebook, manipulasi hasil pencarian (AI search engine repositioning), hingga penyamaran sebagai Customer Support (CS) resmi melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

Oleh karena itu, Ledy menyatakan membangun security atau cyber hygiene melalui kebiasaan memverifikasi informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta mengenali berbagai format manipulasi menjadi esensial dalam memperkuat perlindungan pengguna.

"Platform dapat menyediakan berbagai sistem lapisan keamanan. Namun pada akhirnya, setiap keputusan tetap berada di tangan pengguna.
Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi ataupun mengambil keputusan terkait aset digital," ujarnya.

Dia menilai peningkatan literasi keamanan digital perlu berjalan seiring dengan penguatan teknologi. Seiring berkembangnya berbagai modus penipuan berbasis AI, edukasi mengenai cara mengenali social engineering, phishing, deepfake, hingga penyalahgunaan identitas digital menjadi semakin penting untuk memperkuat perlindungan pengguna. (Ant)

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Istana Kepresidenan

Permudah Masyarakat, Pemerintah Bakal Luncurkan Bansos Digital pada Oktober 2026

Pemerintah dapat meluncurkan sistem secara nasional pada Oktober tahun ini. Luhut meminta sekitar 60-70 persen masyarakat pada 43 kabupaten/kota itu sudah terdaftar.

img_title

VIVA.co.id

30 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |