VIVA – Nama Ferdy Sambo saat ini tengah menjadi perhatian publik lagi setelah putranya, Tribrata Putra, dikabarkan berhasil menyelesaikan pendidikan dan lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) 2026. Kelulusan tersebut membuat banyak orang kembali menyoroti kehidupan mantan perwira tinggi Polri yang kini menjalani hukuman penjara seumur hidup itu.
Tribrata atau akrab disapa Brata diketahui mengikuti jejak karier sang ayah, yang sebelum tersandung kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, pernah menduduki jabatan strategis di institusi kepolisian. Ferdy Sambo merupakan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, posisi yang bertugas mengawasi disiplin, etika, dan perilaku seluruh anggota Polri. Ia juga pernah menyandang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski kini berada di balik jeruji besi, kehidupan Ferdy Sambo masih kerap menjadi sorotan. Publik pun bertanya-tanya, apa saja aktivitas yang dijalani Sambo selama menjalani hukuman penjara seumur hidup?
1. Aktif Mengirim Surat untuk Anak-anaknya
Salah satu hal yang paling sering mencuri perhatian adalah hubungan Sambo dengan keluarganya yang tetap terjalin melalui surat. Bersama istrinya, Putri Candrawathi, Ferdy Sambo diketahui beberapa kali mengirimkan surat berisi doa, dukungan, dan ucapan kepada anak-anak mereka dalam berbagai momen penting.
Surat tersebut sempat menjadi perhatian publik ketika putri sulungnya, Trisha Eungelica, menyelesaikan pendidikan kedokteran dan resmi mengucapkan Sumpah Hippokrates pada 2026. Sambo juga kembali mengirimkan pesan saat Tribrata Putra lulus Akpol 2026 sebagai bentuk dukungan dari balik penjara.
Selain itu, keluarga juga diketahui saling bertukar surat pada momen ulang tahun maupun perayaan hari besar seperti Natal.
2. Menulis Buku Bernuansa Religi
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah masa hukumannya, Ferdy Sambo juga memanfaatkan waktunya dengan menulis buku. Ia diketahui menerbitkan buku berjudul "Ibadah di Balik Jeruji", yang berisi refleksi spiritual selama menjalani kehidupan sebagai warga binaan. Buku tersebut membahas pengalaman pribadi, perenungan iman, hingga cara memandang kehidupan dari balik penjara.
Dalam buku itu, Sambo menuliskan pesan agar pembaca tetap memiliki harapan sekaligus memperkuat hubungan dengan Tuhan meski berada dalam situasi sulit.
Halaman Selanjutnya
Buku tersebut juga diketahui dijual ke publik. Hal itu terlihat dari sang putri yang membantu penjualan buku Ferdy Sambo kepada khalayak luas.

2 days ago
7











