VIVA – Jepang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia meski harus mengakhiri langkah di Piala Dunia 2026.
Samurai Biru memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya kalah dramatis 1-2 dari Brasil pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Houston Stadium, Amerika Serikat, Selasa WIB.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tim asuhan Hajime Moriyasu sempat mengejutkan Brasil dengan gol pembuka Kaishu Sano di babak pertama. Disiplin dalam bertahan dan transisi cepat membuat Jepang mampu merepotkan Selecao.
Vinicius Junior di Timnas Brasil
Photo :
- IMAGN IMAGES via Reuters/Sam Navarro
Namun, pengalaman Brasil menjadi pembeda setelah Casemiro menyamakan kedudukan sebelum Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Kekalahan tersebut memang mengakhiri perjalanan Jepang di turnamen. Meski demikian, performa Samurai Biru kembali mendapat apresiasi karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu favorit juara.
Di tengah pencapaian Jepang, mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, pernah mengungkap salah satu faktor yang membuat sepak bola Negeri Sakura berkembang pesat dan mampu bersaing di level dunia.
Menurut Indra, Jepang tidak hanya mengandalkan bakat pemain, tetapi juga membangun fondasi melalui pendidikan sepak bola yang menekankan pemahaman taktik sejak usia dini.
Pelatih yang dikenal piawai menemukan talenta muda seperti Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman itu menilai persoalan utama pemain timnas Indonesia bukan terletak pada kemampuan mengolah bola, melainkan pemahaman permainan.
"Jujur pemahaman taktikal, jadi mereka bisa main bola tapi enggak paham taktik. Kapan dia harus dribling, kapan dia harus passing, untuk apa dia dribling, untuk apa dia passing, belum paham dia," ungkap Indra Sjafri, dikutip dari kanal YouTube VINDES.
Meski demikian, Indra menegaskan kekurangan tersebut masih bisa diperbaiki melalui proses pembinaan yang tepat.
"Makanya untuk anak usia 4-15 tahun kita kan 47 juta, masa sih 10 persen nggak ada pemain bola? Marah banget Tuhan ke kita kan," tuturnya.
Selain itu, Indra juga menyoroti masih minimnya jumlah pelatih berlisensi di Indonesia dibandingkan Jepang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jepang pelatihnya 86 ribu, sedangkan kita baru sekitar 19 ribu."
Menurut Indra Sjafri, perbedaan kualitas pembinaan itulah yang menjadi salah satu alasan Jepang mampu berkembang menjadi kekuatan sepak bola Asia dan bahkan sanggup memberikan perlawanan sengit kepada tim-tim elite dunia seperti Brasil.
Anak Patrick Kluivert Gagal Penalti, Belanda Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai Kalah Dramatis Lawan Maroko
Maroko sukses mengejutkan dunia dengan menaklukkan Belanda lewat adu penalti pada Selasa (30/6/2026) pagi WIB. Duel berakhir dengan skor 3-2 dalam sesi tos-tosan.
VIVA.co.id
30 Juni 2026

8 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)



