VIVA – Mantan kiper Timnas Inggris, Joe Hart melontarkan kritik terhadap bola resmi yang digunakan di Piala Dunia 2026 setelah kembali muncul sejumlah gol jarak jauh yang dinilai sulit diantisipasi penjaga gawang.
Komentar tersebut muncul saat pertandingan Grup Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia sempat tertunda akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prancis untuk sementara unggul 1-0 berkat gol Kylian Mbappe pada babak pertama. Namun setelah para pemain memasuki ruang ganti, pertandingan harus dihentikan lebih lama karena adanya ancaman petir di sekitar stadion.
Laporan cuaca setempat sebelumnya memang telah memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang yang berbahaya. Kondisi tersebut akhirnya benar-benar terjadi menjelang turun minum.
Joe Hart
Photo :
- Reuters / Ed Sykes Livepic
Di tengah jeda pertandingan, Joe Hart yang bertugas sebagai analis pertandingan memberikan perhatian khusus terhadap gol yang dicetak Mbappe. Menurutnya, kiper Irak Ahmed Basil tidak sepenuhnya pantas disalahkan atas gol tersebut.
Hart menilai karakteristik bola yang digunakan pada turnamen kali ini membuat penjaga gawang kesulitan membaca arah tembakan, terutama dari luar kotak penalti.
"Itu adalah perhitungan otak seorang penjaga gawang," kata Hart dalam siaran langsung pertandingan di BBC One dikutip dari Mirror.
"Anda melihatnya, Anda bersiap, Anda melakukan pergerakan, Anda mengejar bola," lanjutnya.
Menurut Hart, banyak kiper datang ke turnamen dengan persiapan maksimal. Namun dalam praktiknya, respons yang biasa mereka lakukan di level tertinggi justru tidak selalu berhasil saat menghadapi bola yang digunakan di Piala Dunia tahun ini.
"Namun di turnamen ini, mereka bersiap dan bermain dengan penuh semangat, dan itu tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan setiap hari," katanya,
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mantan penjaga gawang Manchester City itu menilai margin kesalahan di level elite sangat kecil. Karena itu, perubahan pergerakan bola sekecil apa pun dapat memberikan dampak besar terhadap hasil pertandingan.
"Margin kesalahan sangat kecil di level ini. Mbappe adalah salah satu yang terbaik, jika bukan yang terbaik, di dunia. Tapi saya katakan kepada Anda bahwa dia akan berharap untuk menyelamatkan bola itu. Bola itu tidak tepat di sudut gawang, dan sangat jarang kita melihat gol masuk, secara teratur, satu setengah meter di dalam tiang gawang," ucapnya.
Halaman Selanjutnya
Hart kemudian mencontohkan beberapa kiper papan atas yang mengalami situasi serupa sepanjang Piala Dunia 2026. Nama-nama seperti Edouard Mendy hingga Jordan Pickford disebut mengalami kesulitan ketika menghadapi tembakan jarak jauh yang tampaknya berubah arah secara mendadak.

3 weeks ago
7











