Minggu, 5 Juli 2026 - 23:10 WIB
Jakarta, VIVA – Jumlah korban jiwa akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dikhawatirkan melonjak hingga 1.000 kematian per hari jika virus tersebut menjangkiti kamp pengungsian di Provinsi Ituri, kata pejabat setempat.
Peringatan keras tersebut disampaikan oleh Menteri Urusan Sosial, Kemanusiaan, dan Solidaritas Nasional Eve Bazaiba Masudi, Sabtu 4 Juli.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Provinsi Ituri saat ini menjadi pusat penyebaran wabah dengan populasi sekitar 1,15 juta orang yang tersebar di 69 fasilitas penampungan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
"Jika kasus Ebola muncul di situs-situs ini, terdapat risiko jumlah infeksi dapat meningkat setidaknya seribu orang per hari," kata Masudi sebagaimana dikutip oleh portal berita Actualite.
Hingga Kamis lalu, otoritas kesehatan setempat mencatat penambahan 26 kematian dalam satu hari, sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh meningkat sebanyak 213 orang.
Meski demikian, ratusan pasien lainnya masih menjalani perawatan intensif. Pemerintah setempat juga melaporkan temuan 42 kasus baru di Provinsi Ituri dan Kivu Utara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC) sejak Mei lalu, mengingat tingginya risiko penyebaran epidemi di kawasan regional. (Ant)
Wabah Ebola di Kongo Capai 1.460 Kasus, China Kirim Tim Medis Tambahan
Kasus Ebola di RD Kongo terus meningkat menjadi 1.460, termasuk 447 kematian berdasarkan data pada 2 Juli 2026 sejak wabah diumumkan pada 15 Mei 2026.
VIVA.co.id
4 Juli 2026

1 week ago
3











