Bukan Cuma Mesin, Karoseri Truk BBM Juga Menentukan Keselamatan

5 hours ago 3

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:30 WIB

BSD City, VIVA – Pertumbuhan sektor logistik di Indonesia membuat distribusi berbagai jenis barang berjalan semakin intensif setiap harinya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh hampir 9 persen sepanjang 2025, menunjukkan semakin besarnya peran truk dan kendaraan niaga dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Di balik meningkatnya mobilitas tersebut, ada satu aspek yang kerap luput dari perhatian, yakni karoseri truk. Padahal, untuk kendaraan yang mengangkut bahan bakar, LPG, maupun bahan kimia berbahaya, kualitas karoseri memiliki peran yang sama pentingnya dengan mesin atau teknologi pada kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karoseri bukan sekadar bodi yang menempel di atas sasis truk. Pada angkutan barang berbahaya, desain, konstruksi, hingga proses pembuatannya harus memenuhi standar tertentu agar mampu melindungi muatan dan meminimalkan risiko ketika kendaraan beroperasi di jalan.

Keselamatan distribusi energi juga tidak hanya bergantung pada kemampuan pengemudi. Kendaraan, karoseri, teknologi keselamatan, hingga prosedur operasional harus bekerja sebagai satu kesatuan agar potensi kecelakaan dapat ditekan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar "Sinergi Energi Berkelanjutan dan Teknologi Keselamatan Transportasi untuk Operasi Kendaraan Angkutan Barang Berbahaya" yang digelar UD Trucks Indonesia di ajang GIIAS 2026. Seminar tersebut mempertemukan pelaku industri otomotif, perusahaan energi, industri karoseri, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peningkatan standar keselamatan angkutan barang berbahaya.

Dalam kesempatan itu, UD Trucks Indonesia bersama PT Pertamina Patra Niaga juga mendorong pelaku industri karoseri untuk terus meningkatkan kualitas produksi serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Tujuannya agar tercipta standar keselamatan yang lebih seragam pada kendaraan pengangkut bahan berbahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, UD Trucks dan Pertamina Patra Niaga turut melakukan proses pemeriksaan terhadap karoseri yang digunakan pada kendaraan operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap unit memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam pengangkutan barang berbahaya.

VP Commercial & Shipping Business Development PT Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, mengatakan keberhasilan implementasi biodiesel B50 juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, distribusi energi tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan pasokan, tetapi juga memerlukan armada yang aman dan andal.

Halaman Selanjutnya

"Keberhasilan implementasi B50 tidak mungkin dicapai sendiri, sinergi antara pemerintah, badan usaha, industri otomotif, penyedia teknologi, dan pelaku logistik menjadi fondasi penting untuk memastikan implementasi B50 berjalan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 4 Agustus 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |