VIVA – Nama jurnalis investigasi asal Prancis, Romain Molina, kembali menjadi sorotan publik. Setelah menyoroti kontroversi di Piala Dunia 2026, ia memberi sinyal akan mengungkap kasus yang diduga berkaitan dengan sepak bola Indonesia.
Melalui akun media sosial X miliknya, Molina menulis kalimat singkat yang langsung memicu perhatian publik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Next case: Indonesia."
Meski hanya terdiri dari tiga kata, unggahan tersebut langsung memancing beragam spekulasi di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Hingga kini, Molina belum menjelaskan kasus apa yang dimaksud maupun pihak yang akan menjadi fokus investigasinya.
Rekam Jejak Bongkar Skandal
Romain Molina bukan nama baru di dunia jurnalisme investigasi olahraga. Ia pernah bekerja sama dengan sejumlah media internasional ternama seperti The Guardian, The New York Times, dan BBC.
Selama beberapa tahun terakhir, Molina dikenal berani membongkar berbagai dugaan penyimpangan di dunia sepak bola.
Salah satu laporan yang paling menyita perhatian adalah dugaan aliran dana mencurigakan di tubuh Federasi Sepak Bola Argentina (AFA). Dalam investigasinya, Molina menyebut AFA menerima dana jutaan dolar AS dari perusahaan cangkang yang tidak memiliki aktivitas operasional nyata.
Pada 2021, ia juga mengungkap dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan pemain sepak bola putra dan putri di sejumlah negara, termasuk Haiti. Laporan tersebut kemudian menjadi perhatian luas di dunia sepak bola internasional.
Pernah Singgung FIFA dan Final Piala Dunia
Belum lama ini, Molina juga sempat melontarkan klaim yang mengundang perdebatan terkait Piala Dunia 2026.
Dalam tayangan di kanal YouTube miliknya, ia mengaku memperoleh informasi bahwa FIFA disebut menginginkan laga final ideal mempertemukan Prancis dan Argentina.
Menurut Molina, duel tersebut dinilai memiliki nilai komersial yang jauh lebih besar dibandingkan kemungkinan final lainnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dalam beberapa minggu terakhir, saya mendengar di kalangan FIFA bahwa final ideal bagi mereka adalah Prancis melawan Argentina," ungkap Molina.
Ia bahkan mengaku sempat mendapat pertanyaan dari seseorang yang disebut memiliki pengaruh di lingkungan FIFA mengenai apakah penempatan Prancis dan Argentina di bagan yang berbeda benar-benar terjadi secara kebetulan.
Halaman Selanjutnya
Namun, hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa FIFA mengatur bagan pertandingan demi mewujudkan final tertentu. Pernyataan Molina tersebut juga belum mendapat tanggapan resmi dari FIFA.

22 hours ago
3











