Jakarta, VIVA – Setelah melewati Ramadhan yang identik dengan peningkatan pengeluaran—mulai dari kebutuhan buka puasa hingga berbagi THR—banyak orang kini mulai kembali menata kondisi finansial. Momen pasca Lebaran seringkali jadi fase penting untuk “reset” kebiasaan belanja agar keuangan tetap sehat di bulan-bulan berikutnya.
Fenomena ini juga terlihat dari perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin selektif dalam mengatur pengeluaran. Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, mengungkap bahwa lonjakan transaksi selama Ramadhan mencerminkan tingginya ketergantungan pada layanan digital. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami mencatat aktivitas transaksi di aplikasi ShopeePay memuncak selama periode Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan layanan keuangan digital, seiring meningkatnya penggunaan untuk mengirim THR ke keluarga serta memenuhi kebutuhan harian seperti pembelian makanan untuk berbuka dan beragam voucher digital,” ujar Eka dalam keterangannya, dikutip Senin 6 April 2026.
![]()
Namun, setelah periode tersebut, pola konsumsi mulai berubah. Banyak orang berusaha kembali menyeimbangkan pengeluaran dan mencari cara agar tetap bisa memenuhi kebutuhan tanpa menguras dompet.
“Memasuki periode setelahnya, pengguna mulai kembali menyesuaikan pengeluaran dan mencari cara yang lebih bijak dalam bertransaksi. Melalui kampanye Aplikasi ShopeePay Paling Hemat, kami ingin mendukung pengguna untuk kembali ke rutinitas pasca Ramadan dengan transaksi sehari-hari menjadi lebih hemat," pungkasnya.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya financial awareness dalam kehidupan sehari-hari. Mengatur ulang prioritas, memanfaatkan promo secara bijak, hingga memaksimalkan fitur digital menjadi bagian dari gaya hidup baru masyarakat urban.
Salah satu kebiasaan yang mulai banyak diterapkan adalah memanfaatkan sistem reward atau poin dari transaksi harian. Dengan cara ini, pengeluaran tetap berjalan, namun ada nilai tambah yang bisa didapatkan kembali, mulai dari potongan harga hingga hadiah tertentu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, kebutuhan dasar seperti pulsa, transportasi, hingga belanja harian kini semakin sering dioptimalkan melalui promo atau diskon. Hal ini menjadi strategi sederhana namun efektif untuk menekan pengeluaran rutin.
Tak hanya itu, opsi pembayaran fleksibel seperti cicilan tanpa bunga juga mulai dilirik sebagai solusi untuk menjaga arus kas tetap stabil, selama digunakan secara bijak dan terkontrol.
Hampir 35 Persen Pendatang ke Jakarta untuk Cari Kerja
Merujuk data per 1 April 2026, tercatat sebanyak 1.776 pendatang baru yang masuk ke Jakarta dengan komposisi 891 laki-laki (50,17 persen) dan 885 perempuan (49,83 persen)
VIVA.co.id
3 April 2026

2 weeks ago
10



























