Kapan Terapi Sel Bisa Dipakai untuk Kanker? Dokter Ungkap Tahapan Pengobatannya

9 hours ago 3

Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:34 WIB

VIVA – Terapi berbasis sel semakin banyak dibicarakan sebagai salah satu perkembangan dalam pengobatan kanker. Namun, penggunaan terapi sel untuk pasien kanker ternyata tidak sesederhana mengganti pengobatan konvensional dengan terapi berbasis sel.

Presiden Direktur PT Bifarma Adiluhung, dr. Sandy Qlintang, M.Biomed, menjelaskan bahwa terapi yang digunakan untuk kanker lebih tepat disebut sebagai terapi sel imun, bukan stem cell.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Sandy, terapi tersebut memanfaatkan sistem imun milik pasien sendiri. Sel imun diambil dari tubuh pasien, kemudian diperkuat atau dikembangkan di laboratorium sebelum dikembalikan ke tubuh untuk membantu menyerang sel kanker.

Namun, Sandy menegaskan terapi sel bukanlah satu-satunya pilihan pengobatan kanker. Terapi tersebut justru perlu ditempatkan sebagai bagian dari kombinasi sejumlah metode pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

"Ya, terapi cancer itu kan ada tahapannya. Pertama yang paling terstandar adalah kemoterapi. Bedah yang dibuang, ada radioterapi. Nah terus lebih advance lagi seperti penggunaan antibodi. Nah itu kan yang target-in. Lalu terakhir adalah terapi sel. Tahapan-tahapan itu harus dilalui," ujar dr Sandy disela acara Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS) 2026 yang digelar Kalbe di Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, terapi sel imun bersifat sebagai terapi tambahan atau ajuvan untuk memperkuat pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya. Sel imun pasien akan diproses sehingga memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali dan menyerang sel kanker.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada terapi-terapi lain. Jadi terapi sel itu adalah ajuvan, jadi menambah, memperkuat. Jadi terapi sel ini kan berasal dari sel tubuh pasien. Sel sistem imunnya diambil, terus diperkuat di laboratorium untuk dimasukin lagi untuk menyerang sel cancer-nya. Nah terapi sel ini akan lebih efektif lagi kalau sel cancer-nya itu lebih panas. Panasnya itu karena ada kemoterapi. Nah kalau ada kemoterapi, sel cancer-nya akan bergerak tuh kepanasan. Terapi selnya akan masuk, itu akan menyerang sel cancer-nya. Targeted," bebernya.

Dengan demikian, menurut Sandy, terapi kanker tidak bisa hanya mengandalkan satu metode. Pengobatan harus disusun secara terintegrasi berdasarkan kondisi dan karakteristik kanker pasien.

Halaman Selanjutnya

"Iya, kombo. Gak bisa orang cancer, terus udah terapi sel imun aja, yang lain enggak. Harus barengan, harus membuat suatu integrasi yang baik antara terapi-terapi modalitas yang sudah ada," tukasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |