Kasus Bocah 6 Tahun Koma Buntut Dipersekusi Hingga Kesetrum, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan

2 days ago 6

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:32 WIB

Jakarta, VIVA – Polisi masih mendalami kasus dugaan persekusi terhadap bocah berinisial MWP (6) di kawasan Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial.

Penyidik kini fokus mengungkap ada tidaknya unsur kesengajaan dalam insiden yang membuat korban sempat tak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, kondisi korban dilaporkan telah membaik. Bocah tersebut bahkan sudah kembali beraktivitas dan bermain bersama teman-temannya setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kepala Satua PPA-PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Rita Oktavia Shinta mengatakan pihaknya telah menjenguk korban secara langsung untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Sudah pulang ke rumah. Kemarin juga kami jenguk juga kok. Semalam kami jenguk, sudah baik kondisinya, sudah main sama teman-temannya, sudah ceria,” tuturnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Kasus ini bermula dari laporan keluarga korban yang menyebut MWP diduga menjadi korban persekusi saat bermain bersama sejumlah anak lain di Taman Kramat Pulo pada Minggu, 7 Juni 2026.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, korban terlihat diangkat oleh beberapa anak sebelum tubuhnya dibawa ke arah sebuah tiang. Dari narasi yang beredar, korban diduga tersetrum setelah dibenturkan atau ditempelkan ke tiang yang diduga memiliki aliran listrik.

Korban kemudian mengalami kejang-kejang hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Keluarga yang mengetahui kejadian itu langsung membawa korban ke RSCM untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Reynold E.P. Hutagalung mengatakan penanganan perkara tersebut kini dilakukan oleh Satres PPA-PPO Polres Metro Jakarta Pusat.

“Saat ini ditangani Sat Res PPA dan PPO,” ujar Reynold.

Menurut dia, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan analisis terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat ini sedang proses pemeriksaan saksi dan analisa CCTV,” katanya.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, korban saat itu tengah bermain bersama teman-temannya di taman. Dalam situasi tersebut, beberapa anak diduga mengangkat tubuh korban sebelum kakinya dimasukkan ke bagian tiang.

Halaman Selanjutnya

“Keterangan sementara dari keluarga, anak ini sedang bermain di taman bersama teman-temannya. Kemudian ada beberapa temannya memegang tangan dan kakinya lalu diangkat. Setelah itu kakinya dimasukkan ke tiang,” tutur dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |