Jakarta, VIVA – Jerawat masih menjadi salah satu masalah kulit yang paling sering dialami, baik oleh remaja maupun orang dewasa. Sayangnya, masih banyak anggapan bahwa jerawat hanya disebabkan oleh wajah yang kurang bersih atau terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak. Padahal, ilmu dermatologi modern menunjukkan bahwa penyebab jerawat jauh lebih kompleks.
Dilansir dari Mayo Clinic, jerawat merupakan kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak (sebum) dan sel kulit mati. Kondisi ini tidak hanya melibatkan penyumbatan pori, tetapi juga berkaitan dengan proses peradangan sehingga dapat muncul dalam berbagai tingkat keparahan, mulai dari komedo hingga jerawat kistik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jerawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyumbatan pori-pori, produksi minyak berlebih, gangguan skin barrier, ketidakseimbangan mikrobioma kulit, hingga faktor hormonal. Karena itu, kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele justru bisa membuat jerawat semakin sulit sembuh.
Agar proses penyembuhan kulit berjalan lebih optimal, berikut lima kesalahan yang sering tidak disadari dan sebaiknya segera dihindari.
1. Menganggap Jerawat Hanya Masalah Kebersihan Kulit
Banyak orang mencuci wajah berulang kali karena mengira jerawat muncul akibat kulit yang kotor. Faktanya, terlalu sering mencuci wajah justru berpotensi merusak lapisan pelindung alami atau skin barrier.
Ketika skin barrier terganggu, kulit menjadi lebih sensitif, mudah mengalami iritasi, dan peradangan dapat semakin memburuk. Akibatnya, jerawat justru membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
Membersihkan wajah tetap penting, tetapi lakukan secukupnya menggunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit.
2. Menggunakan Produk Skincare yang Tidak Sesuai
Tidak semua perawatan kulit cocok untuk setiap orang. Penggunaan skincare yang kurang tepat dapat memicu munculnya jenis jerawat yang dikenal sebagai skincare-induced acne.
Beberapa produk dengan kandungan yang terlalu berat atau tidak sesuai kondisi kulit bisa menyumbat pori-pori dan memperparah peradangan. Oleh karena itu, penting memahami kebutuhan kulit sebelum mengikuti tren skincare yang sedang populer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jika jerawat terus muncul setelah mengganti bahan yang dipakai, sebaiknya evaluasi kembali rutinitas perawatan kulit yang digunakan.
3. Mengabaikan Kondisi Skin Barrier
Halaman Selanjutnya
Kulit berminyak sering dianggap sebagai penyebab utama jerawat. Padahal, tidak semua penderita jerawat memiliki produksi minyak yang berlebihan.

3 weeks ago
4











