Kejar Net Zero Emission, RI Perkuat Industrialisasi Berbasis Teknologi

1 week ago 10

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:41 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Indonesia menegaskan arah kebijakan pengembangan sektor mineral dan energi yang berfokus pada industrialisasi berbasis teknologi untuk mendukung target net zero emission serta memperkuat posisi dalam rantai pasok global.

Hal tersebut dipaparkan Asisten Deputi Pengembangan Mineral dan Batubara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Herry Permana. Ia mengungkapkan, sektor pertambangan memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sektor pertambangan memiliki peran penting dalam mencapai target pertumbuhan 10 persen pada 2029,” ujarnya dalam Indonesia Miner di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Pemerintah menilai Indonesia memiliki keunggulan pada sumber daya mineral strategis seperti nikel, tembaga, dan unsur tanah jarang yang dapat dioptimalkan melalui kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Dalam konteks tersebut, pemerintah menempatkan transisi energi dan penguatan industri sebagai prioritas. “Fokus kami adalah mencapai net zero emission melalui percepatan transisi energi, industrialisasi berbasis teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” ungkapnya. 

Sejumlah kebijakan telah diterapkan untuk mendukung hilirisasi, antara lain melalui Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020 yang melarang ekspor bahan mentah serta mendorong pengolahan di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif investasi serta memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan.

Dari sisi investasi, realisasi pada 2025 tercatat sekitar Rp2.000 triliun, dengan kontribusi dari sektor hilirisasi sebesar Rp584 triliun, termasuk Rp373 triliun dari sektor mineral. Pada kuartal pertama 2026, realisasi investasi mencapai sekitar Rp500 triliun dengan kontribusi hilirisasi sekitar 30 persen.

Pemerintah juga terus memperluas kerja sama internasional untuk mendukung pengembangan industri mineral strategis. “Saya mengajak pemerintah, pelaku industri, dan mitra global untuk memperkuat kolaborasi. Bersama, kita dapat memastikan pengelolaan mineral strategis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi masa depan.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Managing Director Indonesia Miner, Dimas Abdillah, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri. “Tahun ini kami melihat bukan hanya peningkatan jumlah partisipasi, tetapi juga konsistensi dukungan dari perusahaan dan delegasi yang kembali berpartisipasi,” ujarnya. 

Sebagaimana diketahui, Indonesia Miner adalah forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri pertambangan, pemerintah, dan mitra global dalam satu platform diskusi, pameran, serta kolaborasi lintas sektor untuk membahas perkembangan dan tantangan industri mineral dari hulu hingga hilir.

Halaman Selanjutnya

Acara tersebut diselenggarakan pada 5–7 Mei 2026 di Jakarta dan diikuti lebih dari 1.800 delegasi dari lebih dari 16 negara, dengan menghadirkan lebih dari 60 pembicara dan 46 exhibitor.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |