Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Rosan Pastikan Pemerintah Tak Asal Tarik Investasi

3 hours ago 1

Senin, 15 Juni 2026 - 17:04 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani memastikan tidak asal menerima investasi yang masuk ke Tanah Air. Penanaman modal itu harus berkualitas, yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian secara nasional maupun daerah.

Dia menjelaskan, untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menetapkan target investasi periode 2025-2029 sebesar Rp13.032,8 triliun. Nilai tersebut meningkat 143 persen dibandingkan realisasi investasi dalam 10 tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besar nominasi atau nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk adalah investasi yang berkualitas, di saat bersamaan juga realisasi atau akselerasi implementasi, serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi baik di daerah maupun di nasional,” ujar Rosan dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Lebih lanjut, menurut Rosan, meski target investasi meningkat signifikan, pemerintah tetap menempatkan kualitas investasi sebagai hal utama agar mampu menciptakan nilai tambah, mempercepat implementasi, dan memperkuat struktur ekonomi nasional.

Lebih lanjut disampaikan dia pula di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun. Capaian tersebut tumbuh 7,2 persen secara tahunan dan telah memenuhi sekitar 24,4 persen dari target investasi tahun 2026.

Realisasi investasi tersebut juga berhasil menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung atau meningkat 18,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sekitar 49,9 persen atau sebesar Rp248,8 triliun, tumbuh sekitar 6 persen secara tahunan. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 50,1 persen atau sekitar Rp250 triliun.

Adapun sektor utama penyumbang investasi meliputi industri logam dasar, jasa, pertambangan, perumahan dan kawasan industri, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rosan juga menyoroti meningkatnya kontribusi investasi berbasis sumber daya alam yang mencapai 30 persen dari total realisasi investasi pada triwulan I 2026 atau senilai Rp147,5 triliun.

Ke depan, kata dia, pihaknya akan terus mendorong masuknya investasi pada komoditas strategis yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, serta hilirisasi berbasis rumput laut. (Ant)

Presiden Prabowo (Kanan), Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (kiri)

Prabowo Ajak Jerman Investasi Hilirisasi hingga Kendaraan Listrik di Indonesia

Presiden RI Prabowo Subianto mengajak Jerman untuk memperluas investasi di berbagai sektor strategis Indonesia soal transisi energi, hilirisasi hingga kendaraan listrik.

img_title

VIVA.co.id

15 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |