Kemenko PM Resmikan Pilot Project Ekosistem Kawasan Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi

5 hours ago 1

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:12 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meresmikan Pilot Project Ekosistem Kawasan Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Berbasis Kawasan Ekspor melalui pengembangan Kawasan Ekspor Gula Kelapa dan Program Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam (PERMATA) di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis, 25 Juni 2026. 

Program ini menjadi langkah awal implementasi 1001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat sebagai model pengentasan kemiskinan berbasis potensi unggulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menegaskan bahwa kawasan dengan potensi komoditas unggulan namun masih memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi harus menjadi fokus intervensi pemberdayaan. 

"Kemiskinan di kawasan yang produktif bukan takdir. Tugas kita adalah memastikan potensi kawasan benar-benar berpihak kepada masyarakat," kata Cak Imin dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris, menjelaskan bahwa peluncuran Kawasan Ekspor Gula Kelapa dan Program PERMATA merupakan dua pilar pemberdayaan yang saling melengkapi. 

Kawasan ekspor memperkuat rantai nilai komoditas unggulan, sedangkan PERMATA mendorong pemberdayaan perempuan melalui budidaya Ayam ELBA di 15 desa sebagai penguat ketahanan ekonomi keluarga.

Pilot project ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang dapat direplikasi di berbagai sentra komoditas unggulan di Indonesia.

"Cilongok hari ini bukan sekadar satu kecamatan di Banyumas, tetapi menjadi titik awal perjalanan menuju 1001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat di seluruh Indonesia," pungkas Abdul Haris.

Selain itu, dilakukan penyerahan simbolis kolaborasi Bank Mandiri dan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat berupa pemberian sarana dan prasarana budi daya ayam petelur, serta pemberian penghargaan kepada mitra dan kolaborator kawasan seperti Bank Mandiri, Baznas RI, Eduwisata Pereng, Bappeda Banyumas, IKA Universitas Terbuka, Kawasan produksi Widuri, Koptan Maripan, Universitas Jenderal Soedirman, dan Village on Mars (VoM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Muhammad Faishol, perwakilan generasi muda asli Banyumas sekaligus Tim Pengembangan Kawasan Pemberdayaan Cilongok, menyambut baik kolaborasi besar ini. Menurutnya, keterlibatan anak muda adalah kunci keberlanjutan industri gula kelapa rakyat.

"Selama ini ada kekhawatiran mengenai regenerasi penderes di Banyumas. Melalui modernisasi ekosistem dari hulu ke hilir dan wadah koperasi ini, kami anak muda melihat masa depan yang cerah di desa. Gula kelapa bukan lagi sekadar profesi tradisional, melainkan komoditas ekspor kelas dunia yang membanggakan dan mampu memutus rantai kemiskinan di Cilongok," ujar Faishol.

Halaman Selanjutnya

Melalui pilot project ini, Kemenko PM menegaskan komitmennya untuk membangun model pemberdayaan masyarakat yang tidak berdiri sendiri, tetapi bertumpu pada kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan kelompok masyarakat. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |