Kemlu Bicara Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz

7 hours ago 3

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:17 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pihaknya terus berdialog dengan otoritas Iran demi memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz akibat ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.

Menurut Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto, kondisi di kawasan yang masih panas dan belum kondusif menuntut pihaknya untuk meningkatkan upaya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Terkait dengan tanker Pertamina, hal tersebut sedang ditindaklanjuti oleh rekan-rekan di KBRI Teheran karena memang dialognya harus dilakukan dengan pihak di pemerintah Iran,” kata Santo dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Upaya diplomasi dan koordinasi terus berjalan dengan berbagai pemangku kepentingan terkait di Iran untuk memastikan kepentingan Pertamina yang ada di Selat Hormuz tersebut senantiasa aman di tengah panasnya konflik, ucap dia.

Dirjen Santo juga memastikan bahwa langkah-langkah tersebut ditujukan supaya kapal tanker Pertamina yang terdampak pada akhirnya “dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman”.

Ia mengamini bahwa dinamika konflik di Timur Tengah dapat menimbulkan dampak yang signifikan ke dalam negeri, mengingat negara-negara di kawasan tersebut merupakan mitra dagang yang cukup penting bagi Indonesia.

Karena itu, selain meningkatkan koordinasi terkait dengan upaya pelindungan WNI di kawasan tersebut, Kemlu RI juga mengintensifkan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengkaji dan mencari jalan keluar atas kemungkinan dampak konflik di Timur Tengah terhadap Indonesia.

Adapun pada Rabu 4 Maret, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz, punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu malam, 4 Maret 2026.

Bahlil menyampaikan bahwa dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif energi di Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya

Pertamina pun telah memastikan keselamatan awak kapal di tengah perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran di kawasan Timur Tengah. (Ant)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |