Senin, 6 April 2026 - 16:00 WIB
VIVA –Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran kembali menelan korban di kubu Iran. Dalam serangan lanjutan AS-Israel yang diluncurkan hari ini menyebabkan kepala intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Majid Khademi tewas.
Kabar ini diumumkan langsung oleh pihak IRGC di saluran telegram resmi mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Mayor Jenderal Majid Khademi, kepala Organisasi Intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam yang berpengaruh dan berpendidikan, gugur dalam serangan teroris kriminal oleh musuh Amerika-Zionis… pada dini hari ini,” tulis IRGC dalam unggahan di saluran Telegram mereka dikutip dari laman Al Arabiya News, Senin 6 April 2026.
Sementara itu, menteri pertahanan Israel, Israel Katz, membenarkan tewasnya Khademi. Katz juga berjanji akan memburu para pemimpin Iran satu per satu.
Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel memulai operasi militer skala besar terhadap Iran. Serangan gabungan ini menewaskan sejumlah pemimpin garis depan Iran, termasuk yang paling menonjol, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Trump Ultimatum Iran untuk Buka Selat Hormuz
Presiden Donald Trump melontarkan pesan keras bernada ancaman kepada Iran pada hari Minggu waktu setempat. Dalam pesannya itu, Trump memberi sinyal bahwa Amerika Serikat akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada hari Selasa jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
“Selasa akan jadi momen serangan besar yang menyasar pembangkit listrik dan jembatan di Iran semuanya sekaligus. Akan jadi sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya!!!,” tulis Trump seperti dikutip dari laman Fox News, Senin 6 April 2026.
Dalam pesan tersebut, Trump juga mengancam para pemimpin Iran bahwa jika Selat Hormuz tidak dibuka hingga Selasa, mereka akan menghadapi konsekuensi berat yang ia gambarkan seperti hidup dalam neraka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Buka selat itu sekarang juga, atau kalian akan hidup dalam neraka, lihat saja nanti!. Segala puji bagi Allah,” bunyi pesan Trump kepada para pemimpin Iran.
Pada hari yang sama, Trump mengatakan kepada koresponden utama luar negeri Fox News, Trey Yingst, bahwa ia yakin kesepakatan dengan Iran bisa tercapai paling lambat Senin 6 April 2026 yang merupakan batas waktu yang ia tetapkan agar Iran membuka kembali selat tersebut.
Halaman Selanjutnya
“Saya pikir ada peluang besar besok. Mereka sedang bernegosiasi sekarang,” ujar Trump.

2 weeks ago
9



























