Keributan Usai Misa Syukuran di NTT, 3 Anggota Brimob Ditusuk dalam Insiden yang Diduga Libatkan Prajurit TNI

2 days ago 2

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:26 WIB

Manggarai, Barat VIVA – Insiden melibatkan sejumlah anggota TNI dan Polri terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Tiga anggota Brimob dilaporkan mengalami luka tusuk dan harus menjalani perawatan medis setelah terjadi keributan usai sebuah acara syukuran. Peristiwa itu terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, pada Kamis dini hari, 11 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga korban merupakan personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT. Mereka yang mengalami luka yakni Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK. Ketiganya kini masih mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Kepala Bidang Hubungan Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Henry Novika Chandra menjelaskan insiden tersebut bermula setelah kegiatan misa syukuran pelantikan anggota Brimob berinisial Bripda JGR.

Menurut dia, seluruh rangkaian acara awalnya berlangsung aman tanpa gangguan berarti. Namun situasi berubah setelah muncul kesalahpahaman yang memicu ketegangan di antara sejumlah anggota yang hadir.

Meski belum membeberkan detail kronologi bentrokan, Henry memastikan insiden itu kini sedang ditangani secara serius oleh kedua institusi.

Sebagai langkah cepat, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko langsung berkoordinasi dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono guna mencegah situasi berkembang lebih jauh.

Untuk mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya terjadi, TNI dan Polri sepakat membentuk tim gabungan yang melibatkan Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat.

Tim tersebut akan bekerja mengusut insiden secara profesional sekaligus memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif dan transparan.

Di tengah sorotan atas kejadian tersebut, Polda NTT menegaskan hubungan kedua institusi tetap solid dan tidak terganggu oleh insiden yang terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kapolda dan Pangdam sepakat bahwa ini adalah kesalahpahaman yang bersifat spontan. Hubungan persaudaraan dan sinergitas TNI-Polri di NTT tetap kuat. Kami akan menyelesaikan masalah ini secara bijaksana agar tidak mengganggu tugas utama menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan," katanya kepada wartawan, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.

Sementara itu, aparat gabungan di Manggarai Barat terus melakukan pemantauan untuk menjaga situasi keamanan tetap terkendali. Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat disebut terus berkoordinasi pasca-kejadian.

Halaman Selanjutnya

Masyarakat dan wisatawan yang berada di Labuan Bajo juga diminta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap beraktivitas seperti biasa.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |