Kesalahan Sepele Saat Mengemudi yang Bisa Bikin Mesin Mobil Cepat Rusak

3 weeks ago 11

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:00 WIB

VIVA –Banyak pemilik mobil merasa kerusakan mesin hanya disebabkan usia kendaraan atau kualitas komponen yang buruk. Padahal dalam banyak kasus, kebiasaan mengemudi sehari-hari justru menjadi penyebab utama mesin mobil cepat aus dan mengalami kerusakan.

Ilustrasi mesin mobil overheat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanpa disadari, ada sejumlah kesalahan kecil yang sering dilakukan pengendara saat menggunakan mobil. Jika terus dibiarkan, kebiasaan tersebut bisa memperpendek usia mesin dan membuat biaya perbaikan membengkak.

Berikut VIVA rangkum Selasa, 19 Mei 2026, kesalahan sepele saat mengemudi yang bikin mesin mobil cepet ruusak.

Langsung Tancap Gas Saat Mesin Baru Dinyalakan

Salah satu kesalahan paling umum adalah langsung menginjak pedal gas dalam ketika mesin baru saja dinyalakan. Banyak pengendara terburu-buru tanpa memberi waktu oli mesin bersirkulasi secara sempurna ke seluruh komponen.

Padahal saat mesin dingin, pelumasan belum bekerja optimal. Jika mesin langsung dipaksa bekerja keras, gesekan antar komponen internal bisa meningkat dan mempercepat keausan.

Idealnya, biarkan mesin hidup selama beberapa puluh detik sebelum mulai berkendara agar sistem pelumasan bekerja lebih stabil.

Sering Membiarkan Tangki Hampir Kosong

Banyak orang terbiasa menunda isi bahan bakar hingga indikator bensin hampir habis. Kebiasaan ini ternyata bisa berdampak buruk pada sistem bahan bakar mobil.

Saat tangki terlalu kosong, pompa bensin bekerja lebih keras dan berisiko lebih cepat panas. Selain itu, endapan kotoran di dasar tangki juga lebih mudah tersedot ke sistem injeksi bahan bakar.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi performa mesin dan mempercepat kerusakan komponen bahan bakar.

Mengabaikan Suara atau Getaran Aneh

Sebagian pengendara sering menganggap suara kasar, getaran, atau bunyi aneh dari mesin sebagai hal biasa. Padahal gejala kecil seperti itu sering menjadi tanda awal kerusakan serius.

Misalnya:

  • Suara knocking bisa menandakan masalah pembakaran
  • Getaran berlebih dapat berasal dari engine mounting rusak
  • Bunyi gesekan mungkin berasal dari komponen internal mesin

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semakin lama diabaikan, kerusakan bisa semakin parah dan biaya servis menjadi jauh lebih mahal.

Sering Menginjak Gas dan Rem Secara Kasar

Halaman Selanjutnya

Gaya berkendara agresif juga dapat mempercepat penurunan kondisi mesin. Kebiasaan akselerasi mendadak dan pengereman kasar membuat mesin bekerja lebih berat dibanding penggunaan normal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |