Ketika AI Ambil Alih Pekerjaan Rumit

1 week ago 17

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

VIVA - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja kini memasuki babak baru. Agen AI tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan singkat, tetapi mulai mengeksekusi tugas-tugas rumit—mulai dari menganalisis data, menyusun strategi, hingga berkolaborasi langsung dengan karyawan di berbagai sistem.

Perubahan ini sekaligus menghadirkan pertanyaan baru, bagaimana memastikan agen AI dapat bekerja secara aman, akurat, dan tetap mengikuti aturan perusahaan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menjawab kebutuhan tersebut, Salesforce memperkenalkan Enterprise AI Harness. Inovasi ini dirancang sebagai pondasi aman agar agen AI dapat bekerja secara andal, terarah, dan aman tanpa perlu dibangun dari nol di setiap departemen. Sistem ini menyatukan enam kapabilitas inti yang saling melengkapi:

- Trusted Context: Menyatukan data pelanggan, riwayat transaksi, dan aturan bisnis agar AI memahami situasi secara utuh.

- Trusted Agency: Memberikan AI kemampuan bernalar dan membuat perencanaan kerja yang sistematis.

- Trusted Action: Menghubungkan AI ke berbagai aplikasi untuk mengeksekusi tugas secara otomatis (seperti memperbarui pesanan).

- Trusted Governance: Mengawasi kualitas data dan memastikan agen AI bekerja sesuai standar operasional perusahaan.

- Trusted Security: Menjaga privasi data dan membatasi akses AI sesuai kewenangannya.

- Trusted Models: Memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memilih model AI terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.

Semuanya dapat digunakan bersama maupun secara terpisah, termasuk dengan teknologi dan sistem pihak ketiga. Gambaran sederhananya bisa dilihat dari pertanyaan pelanggan: “Bisakah pesanan ini dipenuhi hari ini?”

Jawabannya tidak selalu tersedia di satu sistem. CRM memiliki informasi pelanggan, ERP menyimpan data persediaan, kontrak mencatat hak pelanggan, sementara kebijakan perusahaan menentukan apa yang boleh dijanjikan. Agen AI perlu menggabungkan informasi tersebut sebelum menentukan tindakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sinilah konsep Enterprise AI Harness bekerja. AI tidak hanya diberi akses terhadap data, tetapi juga konteks, aturan, kewenangan, dan proses yang diperlukan untuk mengambil tindakan secara tepat.

Salesforce juga memperkenalkan AI Control Plane, yang menjadi pusat untuk memantau dan mengelola penggunaan AI di perusahaan. Melalui pendekatan ini, bisnis dapat melihat agen yang digunakan, mengatur identitas dan kebijakan, memantau kinerja, hingga mengendalikan biaya.

Halaman Selanjutnya

Menariknya, pendekatan tersebut tidak dirancang untuk mengunci perusahaan pada satu model AI. Perusahaan tetap dapat memilih model, agen, maupun sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |