Jakarta, VIVA – Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham public alias free float di pasar saham domestik menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip, Rabu, 28 Januari 2026, IHSG sempat tertekan hingga 7% persen pada awal perdagangan, dan pada pukul 09.57 WIB terkoreksi 5,28% pada pisisi 8.506,45. Sementara itu IHSG melanjutkan penurunnaya hingga akhir sesi pertama perdagangan.
Tekanan tersebut muncul lantaran MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air. Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi.
Imbas dari kabar tersebut, saham emiten yang terafiliasi dengan para taipan di Tanah Air terkoreksi, bahkan beberapa mencatatkan penurunan lebih dari 10 persen
Saham grup Prajogo Pangestu, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 14,81%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 10,96%, PT Petrosea Tbk. (PTRO) merosot 14,87%, serta PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 11,84%.
Tercatat hanya ada segelintir saham emiten konglomerat yang terkoreksi cukup tipis. Di antaranya saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) milik Low Tuck Kwong turut terkoreksi 0,60%, serta saham milik Boy Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) yang masing-masing terkoreksi 2,62% dan 2,52%.
Sementara itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) juga mulai menguat setelah sebelumnya turun ke Rp.6.600.
Terungkap! Alasan Erwin Ciputra Borong 400 Ribu Saham Petrosea
Erwin Ciputra tercatat melakukan pembelian saham PT Petrosea Tbk (PTRO) pada Senin, 26 Januari 2026. Ia memborong 400.000 lembar saham dengan harga Rp 9.138 per saham.
VIVA.co.id
28 Januari 2026

2 hours ago
1















