Jakarta, VIVA – Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mendorong percepatan program pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) usai terjadinya peristiwa tempat pembuangan akhir atau TPA Jatiwaringin kebakaran. Ia menekankan bahwa sampah tak hanya diolah, namun harus diubah ke energi.
"Pengelolaan sampah harusnya memang bukan hanya diolah, tapi bagaimana sampah-sampah yang selama ini tidak efektif, tidak terurus, bahkan bisa berdampak buruk, justru diubah menjadi energi," kata Sultan kepada wartawan di DPR RI, Rabu, 8 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Terkait hal ini, Sultan mengaku pihaknya telah berbicara dengan Danantara. Menurutnya, program waste to energy telah dimulai pada tahun ini.
"Danantara yang terkait dengan waste to energy. Harusnya tahun ini sudah dimulai ya, sudah dimulai ada kalau nggak salah lima piloting project besar waste to energy," jelasnya.
Sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI, lanjut Sultan, akan menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan persoalan pengelolaan sampah tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
"Di satu sisi kami tentu mengambil peran sebagai parlemen sesuai dengan tugas, yaitu melakukan fungsi pengawasan untuk memastikan persoalan itu tidak berdampak makin luas," pungkasnya.
Menurut Sultan, DPD RI telah memberikan perhatian terhadap persoalan tata kelola sampah melalui pembahasan regulasi persampahan.
"DPD sepengetahuan saya melalui alat kelengkapan kita punya program legislasi undang-undang tentang persampahan," kata Sultan.
Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan progres pemadaman kebakaran lahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten menunjukkan kemajuan signifikan dengan keberhasilan memadamkan 45 persen area terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan capaian pemadaman tersebut berhasil dibukukan pada hari ketujuh operasi penanganan darurat sejak api pertama kali berkobar di fasilitas pembuangan sampah itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Progres pemadaman mengalami kemajuan yang signifikan mencapai 45 persen dari total lahan terbakar seluas 14 hektare," kata dia dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.
Abdul menjelaskan, guna mempercepat lokalisasi bara api, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat lintas kementerian dan lembaga terus bersinergi mengoptimalkan operasi pemadaman melalui kombinasi satgas darat serta satgas udara.
Halaman Selanjutnya
Sebanyak 300 personel gabungan dari berbagai unsur kedaruratan diterjunkan secara masif ke titik-titik krusial yang tersebar di lokasi pembuangan akhir sampah warga Kabupaten Tangerang tersebut.

1 week ago
2











