Rabu, 15 Juli 2026 - 14:15 WIB
Jakarta, VIVA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menceritakan situasi Kota Masyhad di Iran saat dirinya menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut dia, situasi di Masyhad dalam kondisi normal dan tetap ramai. Dia menyebut tidak ada tanda-tanda bahwa Iran sedang berperang dengan negara lain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Situasinya, Kota Masyhad ketika kami datang, saya kira situasinya sangat ramai. Tidak ada tanda-tanda negara itu dalam kondisi perang,” ungkap Muzani dikutip Rabu 15 Juli 2026.
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan di kota tersebut juga tidak terlihat personel militer berlalu lalang dan berjaga dengan senjatanya.
“Masyarakat aktivitas seperti biasa dan tidak ada, tidak terlihat ada kekuatan bersenjata ataupun militer yang mencolok di tengah-tengah kehidupan rakyat Masyhad,” ungkap Muzani.
“Setidaknya itu. Saya karena, saya tidak masuk ke Teheran, saya lewat, masuknya ke Masyhad. Jadi, ya, seperti itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muzani mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat mencintai perdamaian. Meski dalam kondisi yang sangat berat, Indonesia berharap ketegangan peperangan ini bisa dicari solusinya.
“Kami percaya kepada Yang Mulia Mohammad Ghalibaf untuk bisa melakukan tindakan dengan menggunakan pikiran, ucapan, tindakan, dan tanda tangannya untuk menghentikan peperangan. Itu adalah pesan dari seluruh rakyat dan bangsa Indonesia,” kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Karena itu kami tidak meragukan sedikitpun komitmen dari Yang Mulia sebagai ketua juru runding Iran untuk menghentikan perang, mengatasi semua perbedaan pandangan dengan cara diplomasi, dialog, dan perundingan sebagai jalan untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan itu,” tandasnya.
tvOnenews/Syifa Aulia
Donald Trump Batal Kenakan Biaya 20% untuk Kargo di Selat Hormuz, Pilih Kejar Investasi Jumbo dari Negara Teluk
Donald Trump membatalkan rencana biaya 20 persen untuk seluruh pengiriman kargo di Selat Hormuz dan memilih kesepakatan perdagangan serta investasi dengan negara Teluk.
VIVA.co.id
15 Juli 2026

2 hours ago
1











