Jakarta, VIVA – Pemerintah mulai menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 dengan fokus utama menekan angka kesakitan dan kematian jemaah di Tanah Suci.
Salah satu langkah strategis yang akan diterapkan adalah memperketat pemeriksaan istitha’ah kesehatan, sehingga hanya jemaah yang benar-benar memenuhi syarat kesehatan yang diberangkatkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Kurnia Ramadhana mengatakan, persiapan haji 2027 telah dimulai jauh lebih awal agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal Pemerintah Arab Saudi sekaligus memberikan ruang perbaikan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan.
“Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau tahun 2027 telah dimulai sejak saat ini, mencakup penyusunan rentang waktu atau timeline tahapan yang mengikuti jadwal Pemerintah Arab Saudi, serta penyusunan usulan BPIH beserta rinciannya yang telah kami serahkan ke DPR RI,” ujar Kurnia dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain menyiapkan tahapan operasional, pemerintah juga tetap mempertahankan skema pembiayaan haji yang selama ini diterapkan. Komposisi biaya diusulkan tetap berasal dari 60 persen nilai manfaat hasil pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan 40 persen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan jemaah.
Di saat bersamaan, pemerintah mempercepat penyelesaian sejumlah isu strategis yang dinilai menentukan kualitas penyelenggaraan haji tahun depan.
Mulai dari penyusunan perencanaan berdasarkan asumsi kuota, penguatan pemeriksaan istitha’ah kesehatan, penyelesaian skema pendanaan kekurangan biaya penerbangan, percepatan negosiasi layanan dengan penyedia layanan haji di Arab Saudi, hingga pengalihan aset barang milik negara (BMN) penyelenggaraan haji.
Di antara seluruh agenda tersebut, aspek kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah menyusul tingginya risiko jemaah mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan ibadah di tengah cuaca ekstrem dan aktivitas fisik yang berat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk musim haji 1448 Hijriah. Pemeriksaan kelayakan kesehatan jemaah akan diperketat guna menekan angka kesakitan dan wafatnya jemaah di Tanah Suci,” kata Kurnia.
Tak hanya itu, peningkatan kualitas layanan juga akan dibarengi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah akan memberikan pelatihan kepada seluruh petugas haji, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar memiliki standar pelayanan yang sama dalam mendampingi jemaah.
Halaman Selanjutnya
Pemerintah juga menyiapkan berbagai penyempurnaan layanan selama di Arab Saudi, mulai dari layanan kesehatan, tata kelola penyembelihan hewan, hingga peningkatan kualitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi.

2 hours ago
1











