Kim Jong Un Copot Menhan Korut Usai Latihan Gabungan Korsel-AS, Ada Apa?

3 weeks ago 26

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:00 WIB

VIVA Menteri Pertahanan Korea Utara dicopot dari jabatannya dalam perombakan jajaran pimpinan militer negara tersebut. Rencana reorganisasi struktural itu diputuskan dalam sebuah rapat yang dipimpin Kim Jong Un pada Sabtu, menurut kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA).

KCNA menyebut No Kwang Chol tidak hanya dicopot dari jabatan Menteri Pertahanan, tetapi juga diturunkan posisinya dalam jajaran kepemimpinan Partai Buruh Korea menjadi wakil direktur pertama Departemen Industri Amunisi. Sementara itu posisi No Kwang Chol diganti oleh Kim Song Gi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Biro Politik Umum Tentara Rakyat Korea.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pejabat senior lainnya, yakni Penasihat Pertahanan Pak Jong Chon, ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat sekaligus masuk dalam jajaran Politbiro partai yang berkuasa.

Melansir laman CNA News, Minggu 30 Agustus 2026, perombakan kepemimpinan militer Korea Utara ini dilakukan tidak lama setelah latihan militer tahunan gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat berakhir. Latihan tersebut rutin itu dikecam Pyongyang sebagai persiapan untuk melakukan invasi. Tahun ini, latihan tersebut menjadi sorotan setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan agar latihan dipersingkat.

Trump menyebut latihan tersebut provokatif terhadap Korea Utara dan mengkritik Seoul karena tidak mendukung perang yang dilancarkan AS terhadap Iran. Presiden AS itu juga melontarkan pujian terhadap pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Keduanya telah dua kali bertemu saat Trump menjalani masa jabatan pertamanya sebagai presiden. Trump kini membuka kemungkinan untuk kembali bertemu Kim, bahkan berpotensi dilakukan tahun ini.

Meski Trump telah menunjukkan niat untuk membuka kembali hubungan, Korea Utara tampak belum memberikan respons serupa. Pyongyang tetap meluncurkan rudal dan mengecam latihan militer yang telah dikurangi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pyongyang juga mengecam keputusan Washington menyetujui penjualan senjata kepada Korea Selatan serta rencana pendanaan program yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Korea Utara.

Sementara itu, kerja sama militer antara Washington dan sekutu-sekutunya di kawasan diperkirakan terus berlanjut. Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang dijadwalkan menggelar latihan militer gabungan trilateral bertajuk Freedom Edge pada 7-11 September di perairan internasional di sebelah timur dan selatan Pulau Jeju, Korea Selatan.

Halaman Selanjutnya

“Latihan ini merupakan latihan pertahanan yang digelar setiap tahun oleh ketiga negara untuk merespons ancaman nuklir dan rudal Korea Utara serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) pada Jumat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |