Klasemen Final Four Proliga 2026 Usai Seri Surabaya: LavAni Tempel Bhayangkara, Gresik Phonska On Fire

2 weeks ago 7

Selasa, 7 April 2026 - 07:00 WIB

Surabaya, VIVA – Seri Surabaya pada babak Final Four Proliga 2026 resmi berakhir. Namun alih-alih mulai menemukan gambaran pasti menuju grand final, persaingan justru semakin memanas, baik di sektor putra maupun putri. Sejumlah tim unggulan menunjukkan dominasinya, tetapi celah masih terbuka lebar bagi tim lain untuk membalikkan keadaan pada seri berikutnya.

LavAni Tempel Ketat Bhayangkara

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sektor putra, Jakarta LavAni Livin Transmedia menjaga tren positif usai menundukkan Surabaya Samator dengan skor 3-1. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin, melainkan sinyal kuat bahwa tim milik Susilo Bambang Yudhoyono itu mulai menemukan momentum terbaiknya di fase krusial.

Sempat kehilangan set pertama 23-25 meski unggul lebih dulu, LavAni langsung merespons dengan permainan lebih disiplin. Mereka bangkit dan menyapu tiga set berikutnya dengan skor 25-15, 25-16, dan 25-13.

Perubahan pendekatan terlihat jelas. Blok makin rapat, servis lebih menekan, dan variasi serangan membuat Samator kesulitan keluar dari tekanan. Nama-nama seperti Taylor Sander hingga Boy Arnez tampil konsisten menjaga ritme permainan.

LavAni Tekuk Samator di Final Four Proliga 2026 Surabaya

Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengakui bahwa laga berikutnya melawan Jakarta Bhayangkara Presisi pada 9 April nanti akan menjadi ujian penting. Ia menilai kekuatan kedua tim relatif seimbang sehingga peluang kemenangan terbuka bagi siapa pun.

Di kubu lawan, Samator kembali dihadapkan pada persoalan klasik, yakni mental bertanding. Outside hitter Jordan Susanto menilai timnya kehilangan kontrol permainan setelah unggul di set pertama karena terlalu terburu-buru menekan lawan hingga berujung banyak kesalahan sendiri.

Hal serupa juga disoroti manajer tim Hadi Sampurno. Ia melihat performa tim menurun setelah awal pertandingan yang cukup menjanjikan. Menurutnya, komposisi pemain muda membuat tim belum cukup matang secara mental dalam menghadapi tekanan di momen penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski kalah, Samator menemukan sisi positif. Hadi menyebut absennya opposite Rama Fazza justru membuat pola serangan menjadi lebih variatif dan tidak lagi bergantung pada satu pemain. Kondisi tersebut akan terus dikembangkan tim pelatih, mengingat Rama diperkirakan absen selama satu bulan.

Hasil ini membuat LavAni mengoleksi dua kemenangan dan enam poin, sama dengan Jakarta Bhayangkara Presisi. Namun, Bhayangkara masih memimpin klasemen berkat rasio set yang lebih baik. Pertemuan kedua tim pada seri Solo diprediksi menjadi penentu arah perebutan tiket grand final.

Halaman Selanjutnya

Gresik Phonska Tampil Paling Meyakinkan

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |