Kocak! Volodymyr Zelenskyy Ancam Rusia

23 hours ago 5

Sabtu, 12 September 2026 - 10:42 WIB

VIVA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengancam Rusia akan menghadapi pembalasan jika mereka menargetkan sistem energi Ukraina pada musim dingin ini.

"Rusia tahu bahwa jika mereka menyerang - dan mereka sedang bersiap untuk menyerang sistem energi kita musim dingin ini - Rusia akan menerima balasan yang setimpal. Jika mereka menyebabkan pemadaman listrik bagi kita, kita akan berusaha merespons dengan cara yang sepadan," tulis Zelenskyy di akun X.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyerukan kemajuan menuju kemungkinan pertemuan trilateral yang melibatkan Ukraina, Rusia, dan AS, pembentukan gencatan senjata di sektor energi, pembukaan blokade Laut HItam, serta kelanjutan pertukaran tahanan dan warga sipil, termasuk anak-anak yang ditahan di Rusia.

Volodymyr Zelenskyy memperingatkan perpanjangan perang menimbulkan tantangan bagi Rusia dan ekonomi global, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi, serta mengatakan bahwa gangguan terhadap ekspor biji-bijian dari Laut Hitam dapat memperparah kekurangan pasokan di negara-negara yang rentan.

"Situasinya akan seperti Selat Hormuz, namun di sektor pertanian. Dan itu adalah masalah serius. Bukan hanya Ukraina yang harus menyelesaikan ini. Karena ini merupakan tantangan bagi banyak pihak," klaim dia.

Zelenskyy juga mendesak Kongres untuk mengesahkan undang-undang sanksi yang didukung oleh mendiang Senator Lindsey Graham serta menyerukan tindakan yang lebih tegas dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

"Sanksi harus diterapkan sekarang. Ini adalah sarana yang dimiliki Amerika Serikat untuk melumpuhkan kemampuan Rusia dalam membiayai perang melawan Ukraina setiap harinya. Dan sejujurnya, terkadang saya tidak mengerti mengapa keputusan tidak bisa diambil dengan cepat," ungkap Volodymyr Zelenskyy.

Sebelumnya, mantan Perdana Menteri atau PM Ukraina Mykola Azarov mengkritik keras wacana mobilisasi perempuan ke dalam angkatan bersenjata negaranya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia bahkan menyebut Presiden Volodymyr Zelenskyy tidak waras karena mendukung gagasan tersebut di tengah kondisi demografi Ukraina yang sedang menghadapi persoalan serius. Wacana mobilisasi perempuan mencuat setelah sebuah petisi muncul di situs resmi Kabinet Menteri Ukraina.

Petisi itu menyerukan agar kewajiban militer diperluas kepada perempuan yang tidak memiliki anak. Gagasan tersebut disebut sebagai upaya menerapkan prinsip konstitusional bahwa pertahanan negara merupakan tanggung jawab seluruh warga Ukraina.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Perusahaan Aluminium Rusia Garap Hilirisasi Bauksit di Kalimantan, Bahlil: Izinnya Hampir Final!

Bahlil mengatakan, perusahaan aluminium ternama dari Rusia, UC Rusal, bakal menggarap proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina dan membangun pabriknya di Kalimantan.

img_title

VIVA.co.id

11 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |