Komisi I DPR Tegaskan Latsarmil SPPI Utamakan Pembentukan Karakter Peserta

1 week ago 10

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:28 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan bahwa Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) harus berorientasi pada pembentukan karakter, bukan semata-mata pelatihan fisik. 

Menurut Utut, tujuan utama pelatihan tersebut adalah membentuk sumber daya manusia yang disiplin, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan sehingga mampu menjalankan tanggung jawab di tengah masyarakat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa nilai utama dalam Latsarmil terletak pada penanaman karakter, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

"Yang ingin dibangun bukan hanya kemampuan fisik, tetapi juga tata nilai, disiplin, dan jiwa kesatria. Nilai-nilai itulah yang nantinya menjadi bekal penting saat mereka menjalankan amanah di masyarakat," ujar Utut dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai Program Koperasi Desa Merah Putih memiliki prospek besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, baik di tingkat mikro maupun makro. Karena itu, ia menekankan pentingnya pelaksanaan program secara profesional agar tujuan yang telah dirancang pemerintah dapat tercapai. 

"Program ini mempunyai potensi memberikan manfaat besar bagi perekonomian. Karena itu pelaksanaannya harus benar-benar baik agar tujuan yang diharapkan pemerintah dapat terwujud," kata Dave.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) memangkas durasi pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Keputusan tersebut diambil usai lima calon manajer KDMP meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan mengatakan lama waktu pelatihan awalnya ditetapkan selama satu bulan. Sebab, seluruh calon manajer juga akan dilatih menjadi Komponen Cadangan (Komcad).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, Kemenhan memutuskan untuk menghapus Latsarmil dan memotong durasi pelatihan menjadi dua minggu.

“Dari segi waktu juga berkurang juga. Yang tadinya komponen cadangan selama satu bulan, ini bela negara juga kami perpendek menjadi dua minggu,” jelas Donny di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Juli 2026.

Halaman Selanjutnya

Selanjutnya, seluruh peserta akan menjalani pembekalan materi terkait pengelolaan koperasi dan kampung nelayan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |