Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 750 Orang, Banjir Susulan Mengancam

3 weeks ago 13

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:10 WIB

VIVA Banjir bandang dahsyat yang melanda perbatasan Nepal dan Tibet menyebabkan ribuan orang dinyatakan hilang. Korban tewas di Nepal dan Tibet akibat banjir bandang tercatat sebanyak 750 orang. Sementara itu lebih dari 3.000 orang masih hilang. 

Minggu 30 Agustus 2026, otoritas China melaporkan 16 orang meninggal dunia dan 546 lainnya masih hilang. Dari jumlah tersebut, 261 orang merupakan warga negara asing. Sementara itu, pejabat Nepal mengonfirmasi 734 korban tewas dan 2.498 orang masih dinyatakan hilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporan terbarunya, stasiun televisi pemerintah China menyebut warga asing yang masih hilang terdiri dari 104 warga Nepal, 49 warga India, 33 warga Latvia, 18 warga Amerika Serikat, dan 15 warga Inggris. Sejauh ini, lebih dari 3.700 orang telah berhasil diselamatkan di Nepal.

Upaya Evakuasi Pekerja yang Terjebak di Terowongan  PLTA

Melansir laman The Guardian, terobosan terjadi pada Sabtu malam ketika tentara Nepal berhasil memasukkan pipa ke dalam sebuah terowongan di lokasi pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A. Di sana diketahui sejumlah pekerja diyakini masih terjebak di dalam terowongan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudan Gurung, mengatakan, pihaknya sudah mulai mengalirkan udara melalui celah kecil tersebut. Selanjutnya, pihaknya akan memulai proses penggalian dan mengirim tim penyelamat ke dalam.

Lebih dari 100 pekerja kemungkinan masih hidup dan terjebak di dalam terowongan-terowongan tersebut. Upaya penyelamatan kini difokuskan pada lokasi pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A dan 3B.

Pada Minggu, Nepal memperingatkan adanya peningkatan debit air dan meminta tim penyelamat untuk berhati-hati.

"Kami mendapat informasi bahwa aliran banjir di Sungai Bhotekoshi di Rasuwa kembali meningkat," demikian peringatan yang dikeluarkan Otoritas Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nasional pada pukul 07.20 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wilayah tersebut merupakan kawasan dengan sejumlah proyek infrastruktur energi berskala besar. Otoritas bencana Nepal mencatat 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air termasuk dalam daftar orang hilang. Selain pekerja, para korban juga mencakup pendaki dan peziarah Hindu yang hendak menuju Gunung Kailash, tempat suci bagi umat Hindu di Tibet.

Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, pada Sabtu memperkirakan biaya rekonstruksi pascabencana dapat mencapai miliaran dolar AS.

Halaman Selanjutnya

"Prioritas utama saat ini adalah melakukan penyelamatan dan menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa," ujarnya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |