Kronologi Aisar Khaled Dipolisikan atas Dugaan Penipuan dan TPPU

1 week ago 9

Senin, 14 September 2026 - 17:10 WIB

VIVA – Influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Laporan tersebut dibuat oleh sebuah agensi asal Indonesia yang mengaku masih memiliki persoalan kewajiban dengan Aisar senilai sekitar Rp5,7 miliar.

Perkara tersebut disebut tidak serta-merta dibawa ke ranah hukum. Pihak agensi mengaku telah berusaha menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan jalur kekeluargaan. Bahkan, tiga kali somasi telah dilayangkan kepada Aisar Khaled, tetapi disebut tidak memperoleh tanggapan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persoalan bermula dari kerja sama investasi antara Aisar Khaled dengan agensi tersebut. Dalam perjanjian yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah, terdapat kewajiban yang menurut pihak agensi hingga kini belum diselesaikan.

Kuasa hukum agensi, Michael Sugijanto, mengungkapkan masih ada nominal yang menjadi tanggungan Aisar.

"Di perjanjian tersebut, sisa yang belum dibayarkan oleh Aisar sekitar Rp5,7 miliar," ungkap Michael, mengutip tayangan YouTube, Senin 14 September 2026.

Sebelum laporan polisi dibuat, pihak agensi sebenarnya sempat menawarkan mekanisme penyelesaian melalui pekerjaan. Aisar disebut dapat memenuhi kewajibannya dengan menghadiri sejumlah acara yang diselenggarakan oleh agensi.

Honor dari pekerjaan tersebut kemudian akan diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran kewajiban yang masih tersisa. Skema itu sempat berjalan hingga Juli 2026.

Aisar bahkan disebut masih menghadiri salah satu acara milik agensi pada periode tersebut. Namun, setelah kehadiran terakhirnya, komunikasi kembali terputus dan tidak ada kelanjutan kerja sama yang dapat menyelesaikan persoalan.

"Terakhir Juli. Juli itu sempat datang di event kami, tapi sebelumnya itu sudah alot. Datang lagi Juli, setelahnya tidak ada lagi kontak," jelas Michael.

Kuasa hukum lainnya, Richard Subroto, menyebut agensi sempat memberikan bayaran kepada Aisar dengan nominal yang cukup besar. Menurutnya, nilai tersebut berada di atas tarif normal yang biasanya diterima sang influencer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan nilainya yang fantastis nih, di atas rate normal. Makanya dia datang," ujar Richard.

Namun, setelah agenda tersebut selesai, pihak agensi kembali kesulitan menghubungi Aisar Khaled.
Karena komunikasi tidak kunjung menemukan titik terang, pihak agensi kemudian meningkatkan langkah penyelesaian dengan mengirimkan somasi. Upaya tersebut dilakukan sebanyak tiga kali.

Halaman Selanjutnya

Menurut pihak kuasa hukum, seluruh somasi yang dilayangkan tidak mendapatkan respons. Mereka juga mengaku tidak memperoleh informasi mengenai keberadaan Aisar setelah komunikasi antara kedua pihak terhenti.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |