Kronologi 'Lalaki Langit Lalanang Bejad' Tuai Kecaman dan Somasi, Om Zein Akhirnya Janji Hapus Lagu

1 week ago 3

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:35 WIB

Jakarta, VIVA – Polemik lagu berbahasa Sunda "Lalaki Langit Lalanang Bejad" yang diciptakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein masih bergulir. Setelah memberikan klarifikasi bahwa lagu tersebut merupakan kisah hidup pribadinya, kini Om Zein kembali menyampaikan permintaan maaf kepada publik. 

Bahkan, ia memutuskan untuk menurunkan atau takedown lagu tersebut dari seluruh akun media sosial miliknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan maaf terbaru itu disampaikan setelah pria yang akrab disapa Om Zein ini menghadapi gelombang kritik dari berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya, hingga menerima somasi dari Jabar Bantuan Hukum yang menilai lirik lagu tersebut mengandung unsur merendahkan perempuan.

Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Om Zein menyampaikan permohonan maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung oleh lagu ciptaannya. "Mohon maaf yang sebesar besarnya jika lagu yg berjudul lalaki langit lalanang bejad dianggap mendeskriditkan atau merendahkan pihak lain, Om Zein tidak bermaksud untuk itu," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari keterangan videonya, Jumat, 3 Juli 2026.

"Dan Om Zein akan takedown dimedsos Om Zein," tukasnya. 

Pernyataan tersebut menjadi sikap terbaru Om Zein setelah ia sempat menjelaskan bahwa lagu tersebut murni menceritakan pengalaman hidupnya sendiri dan meminta masyarakat tidak menilai isi lagu hanya dari potongan-potongan lirik yang beredar.

Keputusan untuk menurunkan lagu dari media sosial juga dinilai sebagai respons atas polemik yang terus berkembang dalam beberapa hari terakhir.

Berawal dari Lagu yang Viral

Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" pertama kali diperkenalkan Om Zein dalam acara Hajat Bumi di Lingga Mukti. Setelah itu, lagu tersebut diunggah ke akun TikTok pribadinya dan telah ditonton lebih dari 27 ribu kali.

Namun, sejumlah penggalan lirik lagu kemudian beredar luas di media sosial dan menuai kritik. Beberapa bagian lirik dinilai menjadikan tubuh perempuan, menstruasi, kehamilan, hingga keguguran sebagai bahan candaan sehingga memicu perdebatan di ruang publik.

Kontroversi pun semakin meluas setelah berbagai tokoh mulai memberikan tanggapan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disomasi

Di tengah polemik tersebut, Om Zein menerima somasi dari Jabar Bantuan Hukum. Ketua Umum Jabar Bantuan Hukum, Riyan Bintana Hasan, menilai sejumlah bait dalam lagu tersebut telah melewati batas kritik sosial dan justru mengandung objektifikasi terhadap perempuan. 

Halaman Selanjutnya

"Diksi-diksi di atas tidak mencerminkan nilai kritik sosial yang sehat, melainkan bentuk penghinaan verbal terhadap integritas tubuh, kesehatan reproduksi, dan moralitas kaum perempuan," ujarnya. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |