Jakarta, VIVA – Polemik lagu berbahasa Sunda "Lalaki Langit Lalanang Bejad" yang diciptakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein masih bergulir. Setelah memberikan klarifikasi bahwa lagu tersebut merupakan kisah hidup pribadinya, kini Om Zein kembali menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Bahkan, ia memutuskan untuk menurunkan atau takedown lagu tersebut dari seluruh akun media sosial miliknya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Permintaan maaf terbaru itu disampaikan setelah pria yang akrab disapa Om Zein ini menghadapi gelombang kritik dari berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya, hingga menerima somasi dari Jabar Bantuan Hukum yang menilai lirik lagu tersebut mengandung unsur merendahkan perempuan.
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Om Zein menyampaikan permohonan maaf kepada siapa pun yang merasa tersinggung oleh lagu ciptaannya. "Mohon maaf yang sebesar besarnya jika lagu yg berjudul lalaki langit lalanang bejad dianggap mendeskriditkan atau merendahkan pihak lain, Om Zein tidak bermaksud untuk itu," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari keterangan videonya, Jumat, 3 Juli 2026.
"Dan Om Zein akan takedown dimedsos Om Zein," tukasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sikap terbaru Om Zein setelah ia sempat menjelaskan bahwa lagu tersebut murni menceritakan pengalaman hidupnya sendiri dan meminta masyarakat tidak menilai isi lagu hanya dari potongan-potongan lirik yang beredar.
Keputusan untuk menurunkan lagu dari media sosial juga dinilai sebagai respons atas polemik yang terus berkembang dalam beberapa hari terakhir.
Berawal dari Lagu yang Viral
Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" pertama kali diperkenalkan Om Zein dalam acara Hajat Bumi di Lingga Mukti. Setelah itu, lagu tersebut diunggah ke akun TikTok pribadinya dan telah ditonton lebih dari 27 ribu kali.
Namun, sejumlah penggalan lirik lagu kemudian beredar luas di media sosial dan menuai kritik. Beberapa bagian lirik dinilai menjadikan tubuh perempuan, menstruasi, kehamilan, hingga keguguran sebagai bahan candaan sehingga memicu perdebatan di ruang publik.
Kontroversi pun semakin meluas setelah berbagai tokoh mulai memberikan tanggapan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disomasi
Di tengah polemik tersebut, Om Zein menerima somasi dari Jabar Bantuan Hukum. Ketua Umum Jabar Bantuan Hukum, Riyan Bintana Hasan, menilai sejumlah bait dalam lagu tersebut telah melewati batas kritik sosial dan justru mengandung objektifikasi terhadap perempuan.
Halaman Selanjutnya
"Diksi-diksi di atas tidak mencerminkan nilai kritik sosial yang sehat, melainkan bentuk penghinaan verbal terhadap integritas tubuh, kesehatan reproduksi, dan moralitas kaum perempuan," ujarnya.

1 week ago
3











