Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:30 WIB
Iran, VIVA – Rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, resmi dimulai setelah jenazahnya disemayamkan di Masjid Agung Mosalla, Teheran, pada Jumat waktu setempat. Otoritas Iran memperkirakan lebih dari 20 juta orang akan menghadiri prosesi penghormatan terakhir yang berlangsung selama enam hari.
Prosesi pemakaman tersebut diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Iran modern. Jutaan warga dari berbagai wilayah disebut telah berdatangan ke Teheran untuk mengikuti rangkaian upacara yang berlangsung mulai Sabtu hingga beberapa hari ke depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut laporan Wall Street Journal, pemerintah Iran memperkirakan jumlah pelayat yang mengikuti seluruh rangkaian pemakaman akan melampaui 20 juta orang.
Khamenei diketahui tewas bersama sejumlah anggota keluarganya dalam gelombang pertama serangan udara Israel dan Amerika Serikat ke Teheran lebih dari empat bulan lalu.
Diawali di Masjid Agung Mosalla
Prosesi penghormatan terakhir diawali dengan penyemayaman jenazah di Masjid Agung Mosalla, Teheran. Media pemerintah Iran menayangkan lima peti jenazah sederhana yang dibalut bendera nasional Iran.
Salah satu peti berukuran kecil berisi jenazah cucu perempuan Khamenei yang masih berusia satu tahun. Balita tersebut disebut turut menjadi korban dalam serangan udara yang menewaskan sang pemimpin tertinggi Iran beserta sejumlah anggota keluarganya.
Menjelang dimulainya prosesi, sejumlah pejabat asing turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Beberapa di antaranya adalah Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Ketua badan legislatif tertinggi China He Wei, serta delegasi dari Pakistan, Irak, India, Turki, dan sejumlah negara lainnya.
Diperkirakan Jadi Pemakaman Terbesar Iran
Pemerintah Iran mempersiapkan prosesi pemakaman dalam skala besar. Mobilisasi massa dinilai menjadi bagian dari upaya menunjukkan solidaritas nasional di tengah situasi politik dan keamanan yang masih dipengaruhi gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah warga dari berbagai provinsi mulai memadati ibu kota. Menjelang pelaksanaan upacara, banyak toko di Teheran dilaporkan tutup, sementara area parkir pusat perbelanjaan dipenuhi kendaraan milik para pelayat yang datang dari luar kota.
Hossein Ansari, seorang penerjemah yang berencana menghadiri prosesi pemakaman terakhir di Kota Mashhad pada 9 Juli, mengatakan kehadiran jutaan orang akan menjadi pesan bagi dunia.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, besarnya jumlah pelayat menunjukkan masih banyak warga Iran yang menghormati Khamenei, meskipun tidak seluruhnya berasal dari kalangan religius.

1 week ago
1











