Jakarta, VIVA – Motor listrik kini tidak lagi hanya ditawarkan dengan satu skema pembelian. Sejumlah pabrikan mulai memberikan pilihan kepada konsumen, yakni membeli motor beserta baterainya atau membeli motor dengan sistem sewa baterai.
Bagi calon pembeli, perbedaan tersebut bukan sekadar memengaruhi harga di awal, tetapi juga biaya yang harus dikeluarkan selama masa kepemilikan. Karena itu, penting memahami mana yang lebih menguntungkan sebelum memutuskan membeli motor listrik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Skema beli baterai membuat konsumen langsung memiliki seluruh komponen kendaraan. Konsekuensinya, harga motor menjadi lebih mahal di awal, tetapi tidak ada lagi biaya langganan baterai setiap bulan.
Sebaliknya, sistem sewa baterai menawarkan harga motor yang lebih terjangkau. Pengguna cukup membayar biaya berlangganan sesuai ketentuan yang ditetapkan produsen sehingga modal awal yang dibutuhkan menjadi lebih ringan.
Salah satu pabrikan yang menawarkan dua pilihan tersebut adalah VinFast melalui motor listrik Evo. Dari penelusuran VIVA Otomotif, Kamis 9 Juli 2026, konsumen dapat membeli VinFast Evo seharga Rp18,98 juta dengan skema sewa baterai atau Rp26,26 juta yang sudah termasuk dua baterai.
Artinya, terdapat selisih harga sekitar Rp7,28 juta antara kedua skema tersebut. Sementara itu, biaya sewa baterai dipatok Rp84 ribu per baterai setiap bulan, atau total Rp168 ribu per bulan karena VinFast Evo menggunakan dua baterai.
Jika dihitung sederhana, biaya sewa baterai selama satu tahun mencapai Rp2,016 juta. Dalam tiga tahun, total biaya sewanya menjadi sekitar Rp6,048 juta, sehingga akumulasi pengeluaran masih berada di kisaran Rp25,028 juta atau sedikit lebih rendah dibanding membeli motor beserta baterainya sejak awal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, setelah digunakan sekitar 43 bulan atau sekitar tiga tahun tujuh bulan, total biaya sewa mulai menyamai selisih harga pembelian baterai. Dengan kata lain, bagi pengguna yang berencana memakai motor dalam jangka panjang, membeli baterai sejak awal berpotensi lebih ekonomis, meski perhitungan tersebut belum memperhitungkan garansi, biaya penggantian baterai, maupun kemungkinan perubahan tarif sewa.
Di sisi lain, skema sewa tetap memiliki daya tarik tersendiri karena pengguna tidak perlu mengeluarkan dana besar di awal. Sistem ini juga dinilai cocok bagi mereka yang ingin menekan modal pembelian atau belum berencana menggunakan motor dalam waktu yang sangat lama.
Halaman Selanjutnya
Sebagai informasi, VinFast Evo dibekali motor listrik BLDC in-wheel bertenaga 5.200 watt dengan kecepatan maksimum 80 km per jam. Motor listrik ini menggunakan dua baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas masing-masing 1,5 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 150 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh berdasarkan hasil pengujian standar.

5 days ago
2











