Legenda Timnas Inggris Buka Suara soal Keputusan Kontroversial yang Untungkan Argentina di Laga Kontra Mesir

6 days ago 2

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:00 WIB

VIVA – Legenda Timnas Inggris buka suara soal keputusan kontroversial yang mencuat saat Argentina mengalahkan Mesir. Beberapa keputusan dari wasit Francois Letexier diperdebatkan secara luas.

La Albiceleste melenggang ke babak perempat final dengan cara yang dramatis, namun juga kontroversial. Mereka sempat tertinggal dengan skor 0-2 dari Mesir dalam duel di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gol-gol dari Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko berhasil membantu The Pharaohs unggul di atas angin pada setengah jam terakhir permainan. Namun, situasi berbalik hanya 15 menit sebelum duel berakhir.

Cristian Romero menanduk umpan Lionel Messi pada menit ke-79, dan La Pulga menyamakan skor melalui kegemilangannya pada empat menit kemudian. Di masa injury time, Enzo Fernandez menuntaskan umpan Lautaro Martinez dalam situasi serangan balik.

Namun, gol kemenangan Argentina diprotes Mesir karena adanya indikasi pelanggaran di kotak penalti Albiceleste. Mohamed Salah terjatuh setelah berduel dengan Julian Alvarez.

Dalam situasi serupa, gol Ziko sempat dianulir ketika kedudukan masih 1-0. Wasit Francois Letexier menilai Lisandro Martinez sudah dilanggar sebelum gol Ziko tercipta.

Perdebatan mencuat karena Argentina dinilai diuntungkan. Tak terkecuali untuk legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer.

Menurut mantan striker Newcastle United itu, setidaknya Letexier harus mengambil keputusan yang adil dalam situasi yang familiar. Baginya, Letexier harusnya memutuskan apakah keduanya sah atau tidak sah.

“Antara keduanya adalah pelanggaran atau tidak keduanya adalah pelanggaran. Namun mereka tidak akan melakukan penjurian ulang, begitu yang mereka katakan kepada kami,” katanya dalam cuitan di media sosial X.

Analis sepak bola, Ali El Garni, berbicara kepada media internasional, Al Jazeera. Menurutnya, ini belum tentu seperti perampokan, namun memang Argentina diuntungkan dalam situasi 50/50.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perampokan mungkin adalah kata yang kuat. Saya akan bilang bahwa baik wasit maupun VAR bisa mengambil keputusan dari keduanya [keduanya disahkan atau dianulir], dan Argentina diuntungkan dari semua insiden 50/50,” kata El Garni.

Gol Mesir yang dianulir dinilai tetap pelanggaran. Namun, El Garni menekankan tentang penggunaan VAR, yang tidak digunakan saat Argentina mencetak gol kemenangan.

Halaman Selanjutnya

"Insiden yang menyebabkan gol Mesir dianulir itu adalah pelanggaran yang tidak dapat disangkal. Pertanyaannya adalah seberapa jauh VAR harus menelusuri kembali untuk memeriksa keabsahan sebuah gol," tambah El Garni.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |