Jakarta, VIVA – Mekanisme pembayaran utang proyek kereta cepat Whoosh menjadi salah satu topik yang dibahas Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat bertemu Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) China Zheng Shanjie.
Pertemuan itu diketahui berlangsung saat Luhut melakukan kunjungan kerja ke China pada 15-18 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Luhut mengakui bahwa masalah proyek Whoosh menjadi salah satu materi disampaikan dalam pertemuannya dengan Zheng yang disebutnya sebagai teman lama.
"Di Beijing, saya juga bertemu Chairman NDRC Zheng Shanjie untuk membicarakan MoU yang sudah kami tanda tangani tahun lalu agar bisa diterjemahkan menjadi roadmap dan proyek konkret, termasuk diantaranya; Whoosh, Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara, Bali International Financial Centre, serta kerja sama riset dan pengembangan teknologi," ujar Luhut melalui akun Instagram, dikutip Sabtu, 19 September 2026.
Di Tiongkok, Luhut diketahui menghadiri sejumlah agenda termasuk China Economic and Social Forum 2026 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang.
Ia juga bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Sekjen Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Dongfeng, serta Ketua NDRC Zheng Shanjie. Selain itu, Luhut juga memberikan kuliah umum di Universitas Tsinghua.
Melansir dari Antara, menurut mantan Menko Marves RI, pemerintah Indonesia perlu menindaklanjuti pembahasan terkait mekanisme pembayaran utang Whoosh secara teknis agar persoalan tersebut tidak berlarut.
"Kita tidak boleh biarkan berlalu begitu saja, yang rugi kita juga, harus ada yang 'follow up' teknis dan kita bicara bagaimana struktur (utang) karena toh yang mengerjakan kemarin juga kita (di Kemenkomarves) jadi saya tahu, lalu juga Pak Airlangga Menko Perekonomian juga harus tahu, Presiden Prabowo juga sudah dikonfimasi dan menteri keuangan lalu tahu dan Menteri Keuangan Suahasil sudah tahu," kata Luhut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia optimistis koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam penyelesaian kewajiban Whoosh dapat berjalan secara terpadu lantaran telah mendapat lampu hijau juga dari Presiden Prabowo Subianto.
Luhut juga menyebut pemerintah China tidak mempersoalkan mekanisme pembayaran utang Whoosh yang sedang dibahas pemerintah Indonesia.
Halaman Selanjutnya
"Tidak ada masalah, dan kalau kita lihat Whoosh sudah mengubah pola hidup kita karena bisa rumah di Jakarta, makan siang sudah di Bandung, bisa bolak-balik, dan bahkan banyak juga yang sudah minta keberlanjutan Whoosh sampai ke Surabaya, saya singgung juga," papar Luhut.

7 hours ago
4




















