VIVA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Teknologi ini semakin mudah diakses dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membantu pekerjaan sederhana hingga mendukung pengambilan keputusan di berbagai sektor.
AI kini mampu mengolah data dalam jumlah besar dengan cepat, membuat prediksi, mengenali pola, menghasilkan tulisan, menerjemahkan bahasa, membuat gambar, hingga membantu menyelesaikan persoalan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama. Dalam dunia medis, AI dapat membantu menganalisis data dan mendukung proses diagnosis. Di bidang hukum, teknologi ini bisa digunakan untuk menelusuri dokumen dalam jumlah besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara dalam bisnis dan teknik, AI membantu meningkatkan efisiensi, menganalisis risiko, hingga mengembangkan berbagai inovasi.
Kemampuannya tersebut membuat AI menjadi salah satu teknologi yang berpotensi mengubah cara manusia bekerja. Sejumlah profesi bahkan menghadapi tantangan akibat otomatisasi yang semakin berkembang.
Pekerjaan dengan tugas rutin, berulang, dan berbasis pengolahan data menjadi jenis pekerjaan yang paling berpotensi mengalami perubahan. Hal ini karena AI dapat menyelesaikan tugas tertentu dengan lebih cepat dan konsisten. Mulai dari administrasi, layanan pelanggan dasar, pengolahan data, hingga pembuatan konten sederhana dapat terbantu oleh kecerdasan buatan.
Meski demikian, kecanggihan AI bukan berarti teknologi ini sepenuhnya mampu menggantikan manusia. Ada sejumlah kemampuan mendasar yang masih menjadi keunggulan manusia dan sulit ditiru oleh mesin. Berikut tiga hal yang tidak bisa dilakukan AI.
1. Mengasihi dan Membangun Kepedulian yang Tulus
AI dapat mengenali ekspresi emosi, menganalisis bahasa, bahkan memberikan respons yang terdengar empatik. Namun, teknologi tidak benar-benar memiliki perasaan.
Manusia mampu mengasihi, merasakan kepedulian, dan membangun hubungan emosional berdasarkan pengalaman hidup. Dalam banyak situasi, kehadiran seseorang tidak hanya dibutuhkan karena kemampuannya memberikan solusi, tetapi juga karena ketulusan, perhatian, dan rasa peduli yang diberikan.
Kemampuan membangun relasi antarmanusia menjadi salah satu hal yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
2. Menentukan Kebaikan dan Kejahatan Berdasarkan Moral
AI dapat mempelajari pola dan memberikan rekomendasi berdasarkan data yang tersedia. Namun, teknologi tidak memiliki hati nurani maupun kesadaran moral.
Halaman Selanjutnya
Dalam kehidupan manusia, tidak semua keputusan dapat ditentukan hanya melalui angka, logika, atau prediksi. Ada nilai kemanusiaan, tanggung jawab, keadilan, dan pertimbangan moral yang sering kali harus digunakan dalam mengambil keputusan.

3 weeks ago
16





















