Maroko Ukir Sejarah Lagi, Pelatih Singa Atlas Tampar Jesse Marsch: Berani Bilang Lebih Baik Padahal Dibantai 0-3!

1 week ago 2

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:23 WIB

VIVA – Maroko kembali membuktikan diri sebagai kekuatan baru sepak bola dunia. Singa Atlas melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 usai membungkam Kanada dengan skor telak 3-0 pada babak 16 besar, Sabtu, 4 Juli 2026.

Kemenangan ini bukan sekadar mengantar Maroko ke delapan besar. Mereka juga mencatat sejarah sebagai negara Afrika pertama yang dua kali berhasil menembus babak perempat final Piala Dunia, setelah sebelumnya membuat kejutan dengan mencapai semifinal pada edisi 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Azzedine Ounahi menjadi bintang kemenangan lewat dua gol yang dicetaknya pada babak kedua. Satu gol tambahan disumbangkan Soufiane Rahimi di masa injury time untuk mengunci kemenangan meyakinkan Singa Atlas.

Selanjutnya, Maroko akan menghadapi tantangan berat di babak perempat final, yakni duel melawan Prancis yang sebelumnya menyingkirkan Paraguay dengan skor tipis 1-0.

Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan timnya kini bukan lagi sekadar kuda hitam di panggung sepak bola dunia.

"Kami bukan lagi tim kejutan. Sekarang ketika orang berbicara tentang Maroko, kami adalah salah satu kandidat kuat. Ini baru permulaan," kata Ouahbi.

Meski kembali mencetak sejarah, pelatih berusia 49 tahun itu memastikan timnya belum puas.

"Kami ingin terus melangkah. Kami tidak ingin berhenti sampai di sini," ujarnya.

Semangat serupa disampaikan kiper Yassine Bounou. Penjaga gawang andalan Maroko itu mengaku bangga bisa membawa nama Afrika kembali bersinar di pentas dunia.

"Kami bangga mewakili Afrika. Benua ini memiliki banyak talenta dan layak berada di level tertinggi sepak bola dunia," ucap Bounou.

Balas Sesumbar Jesse Marsch

Usai pertandingan, pelatih Kanada Jesse Marsch sempat mengklaim timnya sebenarnya tampil lebih baik meski kalah tiga gol tanpa balas.

Menurut Marsch, Kanada mampu mengontrol jalannya pertandingan dalam banyak momen dan hanya kurang beruntung dalam penyelesaian akhir.

Namun, pernyataan itu langsung mendapat respons menohok dari Ouahbi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari sisi intensitas mereka memang bermain bagus selama 98 menit. Tapi apakah mereka lebih baik? Sulit mengatakan itu ketika Anda kalah 0-3," sindir Ouahbi.

Ucapan tersebut seolah menjadi jawaban atas sesumbar Marsch yang sebelumnya menyebut Kanada tampil lebih dominan meski harus angkat koper dari Piala Dunia.

Halaman Selanjutnya

Selain lini depan yang tajam, Maroko juga kembali menunjukkan kekuatan pertahanannya. Yassine Bounou sukses mencatatkan clean sheet setelah menggagalkan tiga peluang Kanada.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |