Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

7 hours ago 1

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:02 WIB

VIVA – Nama Gary McKinnon pernah menjadi sorotan dunia pada awal 2000-an setelah dituduh membobol jaringan komputer milik militer Amerika Serikat dan NASA. Kasusnya bahkan disebut oleh jaksa Amerika sebagai salah satu peretasan militer terbesar yang pernah ditangani, memicu perselisihan hukum berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Inggris.

Namun, lebih dari dua dekade kemudian, kehidupan pria asal Skotlandia itu berubah drastis. Sosok yang dahulu dikenal sebagai hacker kini lebih banyak dikaitkan dengan dunia kreatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan profil musik publiknya, dikutip VIVA Rabu, 15 Juli 2026, McKinnon telah merilis karya musik dan aktif berkarya sebagai musisi/produser independen, jauh dari sorotan kasus hukum yang dulu melekat pada namanya.

Peretasan yang Menggemparkan Dunia

Gary McKinnon lahir pada Februari 1966 di Glasgow, Skotlandia. Ia mulai tertarik pada komputer sejak remaja dan kemudian bekerja sebagai administrator sistem.

Pada 2001 hingga 2002, McKinnon memperoleh akses tanpa izin ke puluhan komputer milik Angkatan Darat AS, Angkatan Laut AS, Angkatan Udara AS, Departemen Pertahanan (Pentagon), serta NASA. Menurut dakwaan pemerintah Amerika Serikat, akses ilegal tersebut menyebabkan gangguan terhadap sejumlah sistem komputer pemerintah.

McKinnon sendiri tidak pernah membantah bahwa ia mengakses sistem-sistem tersebut. Dalam berbagai wawancara, ia mengatakan motivasinya bukan untuk mencari keuntungan finansial, melainkan mencari informasi mengenai UFO, teknologi antigravitasi, dan apa yang menurutnya disembunyikan pemerintah.

Kasus Ekstradisi yang Berlangsung Bertahun-tahun

Pada 2002, pemerintah Amerika Serikat mengajukan dakwaan terhadap McKinnon dengan sejumlah tuduhan kejahatan komputer. Jika diekstradisi dan dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan, ia berpotensi menghadapi hukuman yang sangat berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus tersebut berkembang menjadi salah satu sengketa ekstradisi paling terkenal antara Inggris dan Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, keluarga, pengacara, dan berbagai tokoh publik berkampanye agar McKinnon tidak dikirim ke AS dengan alasan kondisi kesehatan mentalnya, termasuk diagnosis sindrom Asperger.

Pada Oktober 2012, Menteri Dalam Negeri Inggris saat itu, Theresa May, memutuskan menghentikan proses ekstradisi karena mempertimbangkan risiko serius terhadap kesehatan McKinnon. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan hukum yang telah berlangsung hampir satu dekade.

Halaman Selanjutnya

Dari Dunia Hacker ke Dunia Musik

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |