VIVA – Setelah era Bambang Pamungkas di periode 2000-an, Persija Jakarta baru memiliki seorang predator haus gol dalam striker asal Kroasia Marko Simic.
Kurang lebih lima musim Marko Simic tampil untuk Macan Kemayoran. Gelontoran gol hingga tiga gelar domestik mampu dipersembahkan sang striker.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berkat ketajamannya, Marko Simic sampai mendapatkan chants tersendiri hingga dijuluki 'Super Simic' dari pendukung Persija Jakarta, Jakmania.
Bukan hanya itu, ia juga pernah tersandung berbagai masalah selama di Persija, mulai dari kasus hukum hingga perselisihan mengenai pembayaran gaji dengan pihak klub.
Namun seiring berjalannya waktu, era kejayaan Marko Simic di Persija Jakarta makin menurun. Kedua pihak kemudian sepakat berpisah musim lalu.
Hampir setahun lamanya menghilang, Marko Simic tiba-tiba saja meng-update kondisinya yang sudah tidak lagi berkarier sebagai seorang pesepakbola.
Lalu, bagaimana kabar terbaru Marko Simic?
Kiprah Marko Simic di Eropa dan Asia Tenggara
Top Skor Persija Jakarta Marko Simic
Memulai kariernya pada usia 19 tahun di NK Zagreb, Marko Simic yang lahir di Pakrac, 23 Januari 1988 itu ambil keputusan berani dengan merantau ke klub Rusia, Khimki.
Dari liga Rusia, Marko Simic mencoba peruntungan di berbagai negara Eropa seperti Latvia, Hungaria, Polandia, Slovenia, dan Italia selama lima tahun.
Hingga akhirnya ia memulai petualangannya di Asia Tenggara dengan bermain di liga Vietnam. Binh Duong, Dong Thap FC, dan Long An menjadi destinasinya pada 2015-2016.
Semusim berikutnya, striker berpostur 187 cm itu hijrah ke Liga Malaysia. Negeri Sembilan dan Melaka United disinggahi. Di sinilah, performanya terdengar sampai ke Indonesia.
Pada Desember 2017, Persija Jakarta secara resmi memperkenalkan Marko Simic sebagai striker asing mereka. Ia diplot untuk menggantikan marquee player, Bruno Lopes.
Marko Simic dan Persija Jakarta
Top Skor Persija Jakarta Marko Simic
Kedatangan Marko Simic membawa efek instan bagi Macan Kemayoran. Ia langsung bersinar ketika Persija juara Boost Fix Super Cup Malaysia dan Piala Presiden 2018.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih luar biasanya lagi, Marko Simic membawa Persija Jakarta menuntaskan puasa gelar domestik selama 17 tahun setelah menjuarai kompetisi Liga 1 musim 2018.
Aksi ciamik Marko Simic terus berlanjut ketika Persija Jakarta mentas di AFC Cup 2017/2018 dan 2018/2019. Ia menjadi pencetak gol terbanyak untuk klub.
Halaman Selanjutnya
Namun, harmonisasi Marko Simic dan Persija Jakarta sempat terusik ketika kedua pihak berselisih soal gaji pada 2021. Dia bilang, gajinya tak dibayarkan selama satu tahun.

1 week ago
2











