Media Korea Kaget! Gaji Pemain Timnas Voli Putra Indonesia Jauh Lebih Kecil, Tapi Berhasil Juara AVC

1 week ago 2

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:12 WIB

VIVA Timnas voli putra Indonesia mencatat sejarah dengan merebut gelar juara AVC Men's Cup 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan pada partai final yang berlangsung di Naranpura, Ahmedabad, Minggu (28/6/2026).

Skuad Merah Putih tampil dominan dan berhasil membalas kekalahan yang sempat mereka alami pada fase penyisihan grup. Indonesia menutup pertandingan dengan kemenangan tiga set langsung 3-0 (34-32, 25-16, 25-23), sekaligus memastikan gelar juara pertama sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di balik keberhasilan itu, media Korea Selatan My Daily, justru menyoroti hal lain, yakni perbedaan kesejahteraan pemain voli Indonesia dan Korea Selatan.

Timnas voli putra Indonesia juara AVC Mens Cup 2026.

Usai menjadi juara, para pemain Timnas Voli Putra Indonesia memperoleh hadiah sebesar Rp900 juta dari PBVSI.

Selain bonus tersebut, para pemain juga dijadwalkan menerima penghargaan tambahan dari pemerintah Indonesia serta berbagai organisasi olahraga.

Dua pemain yang tampil paling menonjol, yakni Alfin Daniel Pratama yang terpilih sebagai Setter Terbaik serta Boy Arnez Arabi yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen, diperkirakan akan menerima bonus lebih besar dibanding rekan-rekannya.

Media Korea Soroti Gaji Pemain Indonesia

Selain bonus juara, My Daily juga menyoroti besaran gaji pemain voli profesional Indonesia yang dinilai jauh di bawah pemain Korea Selatan.

Meski nominal pasti setiap pemain tidak dipublikasikan, media tersebut mengutip laporan Kompas yang menyebut mayoritas pemain liga voli Indonesia menerima gaji sekitar 15 juta hingga 30 juta rupiah per bulan selama musim kompetisi.

Dalam perhitungan tahunan, penghasilan pemain Indonesia diperkirakan hanya berkisar sekitar 15 juta hingga 30 juta won atau berkisar Rp357 juta

Karena Alfin Daniel Pratama dan Boy Arnez Arabi merupakan pemain papan atas di kompetisi domestik, My Daily memperkirakan keduanya berada di kisaran pendapatan tertinggi tersebut.

Media Korea juga mengakui bahwa perbandingan langsung tidak sepenuhnya bisa dilakukan karena adanya perbedaan biaya hidup, nilai mata uang, serta kurs antara Indonesia dan Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, mereka tetap menyoroti kesenjangan yang sangat besar jika dibandingkan dengan pemain terbaik V-League.

Sebagai contoh, setter utama Timnas Korea Selatan, Hwang Taek-eui, menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di V-League putra dan putri. Total kompensasi yang diterimanya mencapai 1,2 miliar won per musim  atau setara sekitar Rp14,3 miliar, terdiri dari gaji pokok sebesar 900 juta won atau setara sekitar Rp10,7 miliar dan bonus atau opsi kontrak senilai 300 juta won atau setara sekitar Rp3,6 miliar.

Halaman Selanjutnya

Perbedaan pendapatan yang sangat mencolok tersebut membuat media Korea menilai keberhasilan Indonesia menaklukkan Korea Selatan di partai final menjadi fakta yang cukup mengejutkan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |